Senin, 22 Oktober 2012

Menulis yang Mencerahkan (2)

Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan. Tidak ada yang pergi dari hati. (Tere Liye - novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu)

"Emak pengen naek haji, Zein." (Asma Nadia -  Cerpen Emak Ingin Naik Haji)


Tere Liye, Ahmad Fuadi, Asma Nadia, Andrea Hirata, Mira. W, dan banyak penulis hebat lainnya yang tidak hanya mampu menghasilkan tulisan bagus sampai mampu mengena di hati, tapi juga sarat dengan pelajaran positif, dan tentu saja,

...menginspirasi.


Karena pada dasarnya kita menulis bukan hanya untuk hiburan dunia, tapi menyebarkan kebenaran dan kebermanfaatan.

Minggu, 21 Oktober 2012

Menanti Pulang - Waiting for Coming Home



Aku tidak menunggu seseorang yang memang enggan pulang dan memilih berbelok di tengah jalan.

"I am not waiting for someone who does not want to go home and pick turned in the middle of the way."

 




gambar diambil dari sini



Wrong Right



Dalam islam, hal yang haq dan bathil sudah jelas. Jangan pura-pura nggak tau, jangan dicampur-campur. Perkara agama bukan keredok atau gado-gado.





"Setiap orang berhak untuk (berusaha) menjadi benar."

Mari berbenah diri.

Hujan dan Kita






Ada begitu banyak rinai, seperti waktu itu. Menemani pagi, siang, dan kini malam. Ada begitu banyak ingatan. Kau, aku, dan hal-hal yang belum selesai. 

Seperti yang sering orang-orang bicarakan. Hujan di luar sana, memang punya cerita tentang kita. Dari dulu, sekarang, hingga entah kapan.




Sabtu, 13 Oktober 2012

Nikahi atau Jauhi


Setan itu nggak akan berhenti menggoda iman manusia, membisiki hati kite untuk ngikutin die dalam kesesatan. Tobat dikit, digoda lagi. Sadar sebentar, digoyahkan lagi.


Sebenernya, bukan penurunan keimanan yang menyebabkan seseorang berbuat maksiat, tapi karena sering berbuat maksiatlah iman kite jadi menurun. Nah itu dia jalurnya setan untuk meluncurkan proses penyesatan, lewat aktivitas ragamu y
ang akhirnya menghancurkan ruhiyahmu.



Termasuk dalam perkara cinta-cintaan kaya begini nih, yang kaga ada habisnya meski sudah dibahas berulang kali. Sekali lagi perlu diinget,



Islam udah mengatur tata cara pergaulan antar lawan jenis. Jadi bagi yang udah mengerti, pasti setuju kalau pertemanan yang terlalu dekat antara wanita dan pria memang berbahaya. Apalagi kalau sudah berani membawa "keakraban (atau kemesraan?)" nya di ranah publik. Di media yang dibaca oleh banyak orang saja berani begitu, gimane dengan media lain yang lebih pribadi? Handphone, misalnya? Wallahua'lam. Yah, meski mereka mencari lapak "sesepi" apapun, atau media paling "rahasia" kaya gimana pun, yang jelas Allah tetep melihat, malaikat tetep nyatet. Ini serius, lho. Jadi hati-hati deh.



Solusinya, nikahi atau jauhi. Kalau belum siap, jauhi, terus banyak-banyak puase deh. Buruan siapin diri, jangan jadi remaja galau mulu. Iye kalo yang digalauin emang bakal jadi pendamping kite, kalo kaga? Sudahlah dosa, sia-sia pula. Tapi kalo udah siap, ya nikahin aje.



Nih bukan kata saya, tapi Allah udah ngatur, Rasulullah udah ngasih pesen, para ulama udah sepakat. Jadi jangan ngeyel. Jangan nyari pembenaran.



Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran (QS. 45:23)



Anak            : Emaaakkk bapaaaakk, aku pengen nikaaah.
Emak Bapak  : Heh, lulus aja belom lu. 
Anak            : kalo udah lulus, boleh?
Emak           : Kerja dulu
Bapak          : Ngerasain cari duit dulu
Anak            : Kalo udah kerja, boleh?
Emak           : Mapan dulu
Bapak          : Sukses dulu
Anak            : Jiahh... kapan nikahnya.


Jumat, 05 Oktober 2012

Generasi Muslim Pemberani

Jadilah pemberani. Berani ambil keputusan, berani bersikap. Kenapa takut berbeda? Selama itu baik, sesuai syari'at, lakukanlah. Biar saja orang banyak anggap kita aneh, karena sesungguhnya yang dianggap keren oleh orang banyak itu belum tentu benar, belum tentu kebaikan. Kebanyakan ikut-ikut trend saja, terbawa kesana terbawa kesini. Ada yang baru ikut, ada baru lagi, ikut lagi. Ngga punya identitas.

Hidup ini pilihan, maka beranilah memilih. Pilih yang benar dan jalankan kebenaran itu dengan cara yang baik. Tegas tentukan pilihan, jangan ngambang.

Jadilah generasi yang pemberani, yang tidak pengecut dengan sikap-sikapnya yang berharga dan bermanfaat. Bukan berani yang penuh kekonyolan. Tawuran misalnya, biar dikira jagoan? Merokok, biar dianggap keren? Berpakaian tapi kaya telanjang, biar dianggap seksi? Sibuk pacaran, tapi orang tua nyuruh sering dicuekin. Dapat masalah dikit, update ke semua orang. Nangis meraung-raung. Jangan lebay, jangan 
mengeluh, jangan dagang air mata.

Lihat kisah Siti Hajar yang menggendong Ismail di tengah padang pasir. Ismail menangis karena kehausan. Air susu Siti Hajar juga sudah kering. Siti Hajar bingung, bagaimana ia bisa dapat air? Tapi Siti Hajar nggak nangis tuh, ngga ngeluh, apalagi update status : "Nyari air nggak ketemu-ketemu nih. Bete deh.", biar semua orang tahu penderitaannya, biar orang-orang simpati. Kagak. Dia berdoa sama Allah, supaya dikasih petunjuk, supaya dimudahkan. Lalu ia berlari mencari mata air, sampai bolak-balik dari tempatnya menaruh Ismail di Safa ke tempat ujung di Marwa. Di tengah terik begitu, lari-larian, nyari air, nggak pakai ngeluh, ngga pake ngomel. Tapi pada akhirnya, mata air justru keluar setelah Ismail menghentak-hentakkan kakinya ke tanah pasir. Tapi apakah Siti Hajar marah-marah? Terus update, tau gini, ngpain guee bolak balik?". Kalau Allah mau, bisa saja Dia mendatangkan mata air dengan begitu mudah, tapi Allah menginginkan hamba-Nya berjuang. Karena kehormatan itu ada pada ketangguhan.

Kalau semua hal di atas rada susah buat dipraktekkin, konsultasi sama Allah. Jangan social media mulu yang dijadiin tempat curhat.

Memangnya berapa porsi untuk Allah di hati dan pikiranmu? Berapa porsi islam, keyakinanmu? Masihkah mereka eksis di hidupmu?

*Sedikit banyak terinspirasi dari ceramah Aa Gym di acara Tabligh Akbar Bso Al-iqtishodi Fe Unj beberapa waktu lalu.