Kamis, 09 Agustus 2012

Dakwah karena Benci? Ngeri!


Kalau dakwah bukan karena Allah, ya jadinya seperti itu. Penuh amarah, penuh kebencian. Sudah nggak memikirkan bagaimana caranya membuat orang lain mengerti dengan hujjah yang baik, tapi bagaimana supaya terlihat paling tahu dan bisa menjatuhkan lawan bicaranya. Saya pribadi masih awam banget soal agama, dan jujur akan merasa ngeri kalau didakwahi dengan caya yg tidak bijak. Saya akan merasa dibenci, tertekan, dan akhi
rnya cenderung melarikan diri (apatis terhadap agama).

Energi terdahsyat dalam dakwah adalah cinta kepada Allah dan Rasulullah. Lihat sejarah Khalid bin Walid atau Shalahuddin Al-ayyubi. Energi mereka kecintaan kepada Allah dan rasulullah dan tidak adanya kebencian kepada orang yang didakwahi ataupun musuh-musuh islam.

Ali r.a berkata: "Aku memerangi kamu bukan karena aku benci kamu, tapi karena Allah."

Dan dalam sejarah, Rasulullah dan sahabatnya berakwah dan berjihad seperti itu, sehingga Allah memberi pertolongan.

"Jika kalian benci dan marah sesungguhnya syetan bersama kalian, dan Allah tidak pernah menolong para pembenci, meskipun berada dipihak yang benar."

Selama ini, mungkin tanpa sadar, energi yang kita gunakan mengandalkan kebencian, dan itu bukanlah ajaran rasulullah. Lihat sejarah Shalahuddin Al-Ayyubi menaklukkan Yerussalem. Di hati beliau sama sekali tidak ada kebencian kepada yahudi maupun nasrani, dan Allah memberikan kemenangan.

Ayo kita belajar jadi pendakwah yang tidak memiliki kebencian, yang bisa mengajak orang lain mencintai Allah dan Rasulullah. Dengan niat lurus karena Allah, bukan dengan kebencian dan merasa paling benar.

Jangan merasa benar, tapi mencobalah menjadi benar.