Selasa, 29 Mei 2012

We Will See

If you are really a part of my life, you'll come back one day.

Sabtu, 12 Mei 2012

Everything in you

Kamu tahu? 

Aku suka saat kamu berbicara. Aku suka saat kamu berjalan. Aku suka saat kamu duduk. Aku suka saat kamu mengedip. Aku suka saat kamu tersenyum. Aku suka saat kamu tertawa. Aku suka saat kamu mengucapkan namaku. Aku suka saat kamu terjaga.

Aku suka semua hal darimu yang membuatku sadar bahwa,

Aku mencintaimu.

Seperti bulir hujan yang bertemu dengan tanah saat malam. Ya, sesederhana itu.



Kamis, 10 Mei 2012

ONe Day

One day when you know, when you understand, when you are here with me, when our life starts, when all we do are kosher. Including say I love you, I'm happy to live with you, or I'm jealous when I see you with others.

...it's one day.
 

Minggu, 06 Mei 2012

Rabu, 02 Mei 2012

Gaung-gaung Buruh

Oleh : Novayuandini Gemilang



Ayo bergerak majulah buruh. Hari ini kita berjuang. Untuk keadilan, raih kemenangan.


Jakarta – 1 Mei 2012. Begitulah sepenggal lirik yang dinyanyikan dengan lantang oleh ribuan buruh siang tadi. Sembari terus bernyanyi, mereka berjalan kaki menyusuri jalan MH Thamrin menuju Istana Negara, setelah sebelumnya berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia. Para buruh yang berasal dari wilayah JABODETABEK dan Bandung itu, sedang melaksanakan aksi demo untuk memeringati Hari Buruh Sedunia atau lebih dikenal dengan sebutan May Day yang rutin diperingati setiap tanggal 1 Mei.

Hari Buruh Sedunia, dianggap sebagai moment yang tepat bagi para buruh untuk serempak menyampaikan aspirasinya. Seperti yang kita ketahui, tingkat kesejahteraan buruh khususnya di Indonesia masih jauh dari keadaan sejahtera. Hal tersebut diyakini lantaran makin maraknya sistem outsourcing yang berdampak domino pada banyak hal terutama kompensasi dan kepastian status para karyawan. Memang, isu outsourcing inilah yang paling santer disorot dan disuarakan oleh para buruh pada aksi demo kali ini.

Bukan hal yang aneh memang, karena dalam kurun waktu yang cukup singkat, jumlah perusahaan penyedia jasa tenaga kerja meningkat tajam. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyebutkan, ada 1.082 perusahaan penyedia jasa pekerja yang mempekerjakan 114.566 orang. Tidak bisa disalahkan, karena sistem ini memiliki payung hukum yakni legalisasi sistem kerja kontrak melalui UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan KEPMEN No. 100/2004 tentang Pelaksanaan Kesepakatan Kerja Waktu Tertentu. Legalisasi sistem outsourcing atau pemborongan pekerjaan melalui UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, KEPMEN No. 220/2004 tentang Pemborongan Pekerjaan, dan KEPMEN No. 101/2004 yang berisi tentang Perijinan Penyedia Jasa Buruh-Pekerja pun makin memuluskan pertumbuhan perusahaan outsourcing.

Padahal, sistem outsourcing dalam hal ini tenaga kerja, menyebabkan status buruh atau karyawan menjadi tidak pasti. Mayoritas dari mereka berstatus sebagai karyawan kontrak bukan karyawan tetap. Dengan status tersebut, mereka tidak mendapat kompensasi yang didapat oleh karyawan tetap seperti pesangon, insentif, tunjangan kesehatan, tunjangan pendidikan, dan lain-lain. Ditambah lagi, sistem ini menjadikan pihak perusahaan dapat memberhentikan mereka sewaktu-waktu tanpa pesangon jika merasa tidak puas dengan kinerja para karyawan outsourcing tersebut. Selanjutnya, mereka tinggal meminta pengganti karyawan baru dari perusahaan penyedia jasa outsourcing. Sistem seperti ini tentu saja akan menyulitkan para karyawan dalam menentukan masa depan mereka. Para karyawan bekerja sesuai dengan tanggal berlaku atau masa berlaku sesuai dengan kesepakatan awal. Maka dari itu, jelaslah sistem ini tidak memberikan jaminan bagi kehidupan karyawan outsorcing dimasa mendatang.

Sebagai karyawan outsourcing, mereka juga tidak memiliki hak untuk memberikan suara atau pendapatnya, belum lagi posisi tawar-menawar karyawan tidak kuat karena mereka tidak terikat kontrak langsung dengan perusahaan di mana mereka bekerja. Besaran gaji yang mereka terima pun memprihatinkan karena sudah disunat oleh perusahaan outsourcing bersangkutan. Melihat berbagai fakta di atas, jelas jika para karyawan bersikeras menuntut dihapuskannya sistem tersebut dan direvisi bahkan dihapuskannya undang-undang yang memayunginya.

Ramai membawa atribut perserikatan masing-masing, mulai dari bendera, kaos, topi, hingga slayer, ribuan buruh terus berjalan dengan langkah tegap. Mereka berulang kali meneriakkan yel-yel yang membangkitkan semangat. Semangat yang mendorong mereka terus melanjutkan aksi demo dengan berkumpul di Gelora Bung Karno, Senayan nanti sore.

Para pengguna jalan, pengendara motor ―termasuk saya, yang terpaksa berhenti menunggu pada demonstran lewat, pengemudi mobil, maupun penumpang di Metromini dan Kopaja yang berada di sekitar tempat aksi demo itu berlangsung, turut menjadi saksi bercucurnya peluh para buruh. Teriakan permintaan keadilan yang mereka gaungkan berkali-kali memenuhi setiap inci udara di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka tadi siang. Semoga saja aksi ini dapat mengusik mimpi indah para pengusaha dan wakil rakyat yang sudah terlalu lama tidur nyenyak. Hingga akhirnya mereka dapat menampung aspirasi para buruh dan memperlakukan mereka layaknya seorang manusia. Menghargai kinerja, memberi kompensasi yang layak, dan tentu saja rasa aman serta kepastian. Ya, berusaha memanusiakan para manusia.

Di bawah terik matahari yang memanggang, semoga Allah menjawab doa-doa kalian.




Selasa, 01 Mei 2012

2 Years Ago

Siang tadi, 1 Mei 2012, jalan Medan Merdeka (Monas) yang biasanya menjadi jalur pulang saya ditutup karena aksi demo para buruh dalam memeringati Hari Buruh Sedunia. Akhirnya, jalur dialihkan ke arah Lapangan Banteng. Mau tak mau, saya pun ikut. Suasana sangat ramai saat itu, mungkin karena dampak pengalihan jalur tadi sehingga kendaraan dari berbagai arah menumpuk di kawasan Lapangan Banteng. Di atas motor kakak ketiga yang saya pinjam hari ini, saya menyusuri jalan dengan kecepatan 40km/jam. Melewati Masjid Istiqlal, dan... Lapangan Banteng. Tak sengaja saya melihat sebuah spanduk putih besar yang terpampang di pagar lapangan tersebut. Spanduk yang berisikan informasi tentang acara Festival Flora Fauna 2012 yang akan berlansung sebentar lagi. Festival Flora Fauna 2012... Ah, sudah dua tahun ternyata, ya? Moment itu, kebersamaan itu. Tawa itu. 

Saat itu indah. Dan, dulu sekali, kukira kita selamanya.

 


...pada hidup yang akan terus berjalan.