Selasa, 22 Februari 2011

Malam, Gelap, dan Hitam

Malam tidak pernah berpaling
Ia selalu setia pada hitam

Malam takkan meninggalkan gelap
Karena ia pun tidak berminat menjadi terang

Malam terus belajar menghargai
Sebab ia tidak rela kehilangan

Ia mengerti, sangat mengerti
Betapa berartinya gelap dan hitam bagi dirinya

Dan malam memang akan tetap cinta,
tetap gelap dan tetap hitam
Walau siang dan terang terlihat begitu menggoda




~Andini Nova

Minggu, 20 Februari 2011

Akhwatufillah, Benarkah Kita "tidak berzina"?

Zina itu... ya berdua-duaan sama yang bukan mahrom.
Zina itu.. berpacaran.
Zina itu.. bersetubuh dengan lelaki yang bukan suami kita.

Benarkah hanya hal-hal itu yang disebut zina?
Benarkah kita sudah menjauhi zina?

***


Judulnya lumayan ekstrem juga ya? Hehe, tapi sungguh deh. Saya menulis ini bukan bermaksud untuk sok tau, menggurui, atau menakut-nakuti. Hanya ingin berbagi pengalaman dan mengingatkan. Bukankah sebagai sesama muslim kita berkewajiban saling mengingatkan untuk meraih kebaikan di jalan Allah? Begitu juga jika mungkin dalam tulisan ini terdapat beberapa kekeliruan, mohon diingatkan :)

Bismillah...

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesunggunhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek." ( Q.S. Al Isra 32)

Saudariku, jika selama ini kita telah berusaha menghindari yang namanya zina, dan kita yakin bahwa kita (mungkin) telah berhasil, jangan puas dulu. Kita mungkin memang tidak berpacaran atau berdua-duaan, tapi jangan mengira bahwa kita telah seratus persen aman. Karena ternyata zina itu tidak hanya mencakup perbuatan-perbuatan seperti bersentuhan fisik atau melakukan hubungan pasutri (baca: pasangan suami istri) dengan lawan jenis yang bukan mahrom. Zina banyak bentuknya, Ukh. Dari mulai zina tangan, kaki, mata, hati, suara, sampai zina lisan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925).

Jika kita melihat pada hadits ini, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau suami atau bukan mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul: “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.”

Waaahh, ternyata cakupan zina memang tidak sesempit seperti yang selama ini kita ketahui. Jika yang biasa kita sebut zina adalah perbuatan bersenggama dengan yang bukan mahrom, atau aktivitas berpacaran, atau muda-mudi yang berdua-duaan di pojokan gang, maka makna zina ternyata mencakup lebih dari itu.

Apa-apa aja sih yang termasuk perbuatan zina, tentunya selain yang sudah sangat jelas seperti contoh yang sudah saya sebutkan di atas? Jangan-jangan selama ini kita yang sudah berkoar-koar bahwa kita adalah "aktivis yang anti pacaran dan anti zina", tapi ternyata juga masih jadi salah satu pelaku zina (meskipun tanpa disadari). Mau tau mau tau? Ayo kita kemon... cekidot..

Pernah secara tidak sengaja menyentuh tangan ikhwan saat bercanda? Pernah berboncengan motor sama temen ikhwan dengan alasan nebeng? (Saya pernah). Dan ternyata oh ternyata ini ngga boleh (bisa digolongkan dalam zina tangan). Jangan terlalu intim bercanda dengan lawan jenis. Dan disarankan dengan sangat untuk menghindari nebeng-menebeng di kalangan akhwat-ikhwan. Karena bisa saja dalam perjalanan, tanpa sengaja kita menyenggol atau menyentuh tubuh teman kita itu. Memang sih "tanpa sengaja", tapi jauh lebih baik dihindari. Takutnya, setelah ada sentuhan-sentuhan tidak sengaja itu, menimbulkan getaran-getaran aneh di hati kita. Gawat! Kalau memang tidak dalam keadaan yang darurat banget, dan masih memungkinkan untuk pulang sendiri, ya sudah naik angkutan umum saja.

Ber-sms-an ria. Nah ini bisa jadi termasuk kategori zina (nah loh), jika yang di-sms-kan bukan hal penting apalagi sampai ngomongin cinta-cintaan, walau si akhwat dan ikhwan tersebut tidak pernah mensepakati untuk memberikan label pacaran pada hubungan mereka. Walau mereka melakukan hal itu tidak dengan maksud untuk "mendekati zina". Tapi jika isi smsnya sudah bisa bikin hati kita berdesir, atau tiap hari kita jadi menunggu sms dari si dia, atau jika dia tidak sms kita merasa ada yang hilang, wah wah harus hati-hati tuh. Bisa dipastikan sudah mulai ada yang ngga beres di antara kalian. (kaya judul lagunya band d'nasib =p)

Kalau memang ada keperluan yang mengharuskan kita mengirim pesan singkat kepada lawan jenis, maka langsung to the point saja, tidak usah berbasa-basi. Karena takutnya malah melenceng dari tujuan awal dan membuat kita lupa diri. Selain aktivitas ini (jika dilakukan secara berlebihan), bisa membuat kita "buang-buang waktu" dan jika dihitung-hitung ternyata juga "buang-buang pulsa". Untung aja ngga sampe buang-buang air hehehe =p

Teleponan dengan ikhwan yang bukan mahrom untuk membicarakan hal yang tidak penting juga termasuk zina suara dan zina lisan. Apalagi jika kita -sebagai akhwat- berbicara di telepon dengan suara yang mendayu-dayu, dan yang dibicarakan adalah urusan pribadi -curhat- hingga akhirnya sedikit banyak lawan jenis yang bukan mahrom kita itu jadi tau tentang privasi kita. Mbok yaaaa usahakan untuk bercerita dengan teman sesama jenis saja. Masih banyak pihak "aman" yang bisa kita jadikan tempat curhat kan? Keluarga, sahabat sesama akhwat, atau guru ngaji kita. Dan sebaiknya ikhwan pun bertindak demikian. (Denger tuh Nov..)

Solusi idealnya agar tidak jatuh cinta dengan lawan jenis adalah membatasi pergaulan kita dengan mereka. Jangan terlalu akrab dan jangan berbicara yang terlalu pribadi. Jika ada lawan jenis yang ingin curhat, giring mereka (bola kaleee), untuk bercerita dengan teman sejenisnya saja. Atau jika memang darurat dan genting, batasi curhat mereka agar jangan sampai mengajak kita untuk terlibat secara pribadi dalam mengatasi masalahnya.

Allah Ta’ala berfirman,

فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32)

Yang dimaksudkan “janganlah kamu tunduk dalam berbicara”, As Sudi mengatakan, “Janganlah wanita mendayu-dayukan kata-katanya ketika bercakap-cakap dengan kaum pria." Takutnya, ikhwan yang mendengar suara kita mulai membayangkan yang gimana-gimana gitu. (Gimana coba?)

Lalu, berangan-angan akan begini begitu dengan si ini atau si itu atau si anu, juga ngga baik ternyata. Karena bisa jadi termasuk zina hati. Kalau memang sudah siap nikah, yasudah tidak usah diangan-angankan lagi. Langsung saja sikat! *loh?, maksudnya... langsung mantapkan diri, khitbah-mengkhitbah, ta'aruf, menikah deh ^.^

Nah buat kita-kita yang belum siap gimana dong? masa ngebayangin aja ngga boleh? kayanya aku ada ketertarikan sama si itu tuh... (siapa hayooo?)

Rasa cinta itu fitrah dari Allah. Jangan salahkan atau benci kedatangannya. Tugas kita -yang belum siap nikah sekarang- yaitu menjaga rasa cinta itu agar tetap dalam koridor yang disukai Allah. Sabar saja, simpan rasa cinta itu. Ngga usah ngasih-ngasih sinyal dan perhatian gimanaaaa gitu yang menunjukkan kalau kita "mengincar" si dia. Selain bisa membuat kita terlihat sebagai wanita yang "agresif", juga bisa bikin ketauan banget kalau kita ini "ngarep" (jaim dikit dong ah).

Akibat fatal lainnya yaitu kita bisa makin "tergila-gila" dan "ingin memiliki" dia sebelum waktunya. Atau yang lebih parah, kita jadi terjerumus dalam hubungan "pacaran terselubung". Emang sih ngga ada sesi tembak-menembak atau penetapan hari jadian, tapi jika aktivitas kita sudah mirip-mirip dengan yang dilakukan oleh mereka yang berpacaran (sms-an, teleponan, curhat-curhatan, saling memberi perhatian), maka apalagi sebutan yang pantas diberikan pada kita kalau bukan "pacaran". Walau mungkin secara tidak langsung dan tidak disadari. Kalau memang selama ini kita tidak sadar bahwa kita sudah melakukan "zina terselubung", maka sekaranglah saatnya sadar. Setelah sadar, LANGSUNG HENTIKAN kekeliruan itu. Dan minta ampun kepada Allah. Mulailah memperbaiki diri dan jangan mengulang kesalahan yang sama di kemudian hari. Atau jangan-jangan kita sadar kalau kita salah tapi tetap saja melanjutkan? -.-a

Urusan tentang pergaulan lawan jenis memang sangat sulit. Hmm.. benar-benar harus berhati-hati ya. Karena ternyata oh ternyata, setan itu emang kerjanya rajiiiiinnn bangeeeettt. Ngga henti-hentinya dia menggoda kita. (ganjen banget si setan). Segala jurus dia keluarkan. Celah sekecil apapun, bisa dia manfaatkan untuk menjerumuskan kita agar berbuat maksiat.

Nah, di era yang katanya modern ini, dimana segala sesuatu sudah serba canggih, makin beragam dan makin canggih juga tuh cara dan media setan untuk menggoda kita. Dari mulai fasilitas chat di facebook atau ym atau apapun itu yang awalnya kita manfaatkan untuk meneguk kebaikan, malah bisa jadi ajang maksiat jika setan sudah campur tangan. Misalnya saja chatting dengan ikhwan, jika urusan yang dibicarakan bukan terkait dakwah atau hal penting dan darurat lain, bisa jadi itulah awal dari siasat setan menjerumuskan kita ke dunia perzinaan. Awalnya ngobrol ngarol ngidul, ujung-ujungnya curhat deh (pengalaman pribadi =P).

Hati-hati juga nih, jangan keseringan mengomentari status ikhwan apalagi jika kita memang tidak punya keperluan dan tidak mendapat maslahat jika kita mengomentari status tersebut. Ngga usah umbar perhatian berlebihan. Kitanya juga sebagai akhwat jangan mancing-mancing (emangnya ikan?), dengan meng-update status yang aneh-aneh bin lebay dan kesannya cari-cari perhatian. Kalau bisa, update status hal-hal yang bermanfaat seperti ayat Al-Qur'an, atau hadist-hadist, atau kalimat motivasi yang memberikan efek positif bagi yang membacanya. Kita juga Insya Allah dapet pahala. Tapi sekali-sekali bolehlah update status yang lucu-lucu dan ngga serius-serius amat (kita kan juga manusia biasa yang butuh hiburan hehe). Asal masih dalam tahap normal dan tidak berlebihan.

Sedini mungkin, bangunlah dinding pembatas antara kita dengan lawan jenis yang bukan mahrom. Jaga hijab kita dengan baik. Berpakaianlah sesuai syari'at. Jangan sampai penampilan dan perilaku kita malah mengundang syahwat lelaki. Buat para muslim (akhwat dan ikhwan) wajib hukumnya untuk ghadul bashar (baca : menjaga pandangan), kalau ada ikhwan yang lewat, langsung aja nunduk. Kalau memang kenal, ya sapa saja sekedarnya, ucapkan salam lalu segeralah berlalu). Seorang wanita juga sangat dianjurkan menundukkan kepalanya jika sedang berjalan di tempat umum atau berbicara dengan lawan jenis. Tapi harus tetep hati-hati, jangan sampai nabrak tiang listrik ya hehehe *jayus*. Biarin ishhh...

Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina).

Juga sebuah syair yang dilantunkan seorang penyair,

Kau ingin puaskan hatimu dengan mengumbar pandanganmu
Suatu saat pandangan itu pasti kan menyusahkanmu.
Engkau tak kan tahan melihat semuanya,
Bahkan terhadap sebagiannya pun kesabaranmu tak berdaya.
Atau seperti percikan api yang membakar daun atau ranting kering lalu membesar dan membakar semuanya.
Segala peristiwa bermula dari pandangan,
dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil.

Nah, sekarang sudah tau kan pentingnya menjaga pandangan? Yap, supaya kita terhindar dari zina mata dan zina yang lebih besar yang mungkin saja terjadi setelahnya. Maka, dari sekarang mulailah pandai-pandai menjaga pandangan. Karena emang deh, jika -virusmerahjambu- sudah menjalar, wuidiihhhhh! akan sangat sulit menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang Allah. Makanya, pertebal iman dan lebih berhati-hatilah. Bermusuhanlah dengan setan. Pergilah setaaannnnn! ciiaaatttt! *ngusirpakejuruskungfu*



Pokoke, mesti kudu harus selalu always HATI-HATI. Berhati-hati itu salah satu sifat dari seorang mukmin loh. Teruslah belajar menjaga dan menahan diri. Terus mohon sama Allah agar membantu kita untuk bisa bersabar dan menahan hawa nafsu. Terus sering-sering berdoa, Ya Allah jauhkan kami dari godaan syaitan yang terkutuk dan segala bentuk kenistaan. Sabarkan kami ya Allah, sabarkan. Shalihahkan kami Ya Allah, shalihahkan..

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isro’: 36)

Tunjukkan bahwa kita ini akhwat yang BERPRINSIP. Boleh saja mereka di luar sana saling mengumbar cinta yang entah palsu atau semu itu, tapi kita BERBEDA. Kita tetap disini, bersabar dengan iman, dan menunggu sambil mempersiapkan diri hingga waktu yang halal itu tiba.

Sudahlah... kita jangan terburu-buru dan malah mendahului takdir Allah. (terburu-buru itu sifatnya setan loh). Jika memang si dia adalah orang yang Allah tetapkan untuk menjadi jodohmu, Allah akan memudahkan jalannya dan suatu hari ia akan datang ke rumahmu untuk menagih hutang *loh loh salah* maksudnya untuk mengkhitbah. Dan jika tidak (yaahhhhh), yasudah ikhlaskan saja. Mungkin, menurut Allah, dia tidak baik untuk kita. Jangan terbawa hawa nafsu. Jangan tergesa-gesa. Allah-lah yang tahu mana yang terbaik untuk kita.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al Baqarah 216)

Kalau boleh ngasih saran (termasuk untuk diri saya sendiri), untuk menghindari penyelewengan dalam dunia percintaan (halaahh), perbanyaklah mengingat Allah dengan memantapkan ibadah kita : sholat (sunah maupun wajib), baca Qur'an, dan pahami serta renungi maknanya, berpuasa, dan bersabarlah.

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu…"
(QS Al- Baqarah : 153)

Sibukkan diri kita dengan aktivitas yang bermanfaat. Jaga sikap dan berhati-hati dalam bergaul. Jangan terlalu sering bercampur-baur dengan lawan jenis jika emang ngga perlu-perlu banget (Ini rada susah nih saya terapkan). Dan juga, berkumpullah dengan orang salih. Karena biasanya mereka (orang-orang salih) itu ya memang tidak pacaran. Jadi, jika kita bergaul dengan mereja Insya Allah kita pun ngga kepikiran untuk pacar-pacaran. Teruslah perbaiki diri dan mulai bersiap-siap! Pantaskan diri kita untuk dijemput oleh seseorang yang salih. Bersabarlah, Ukhti. jangan biarkan iman dan hidup kita rusak karena tidak bisa menahan hawa nafsu. Percayalah, Allah sudah menetapkan seseorang yang terbaik untuk kita. Semua akan indah pada waktunya :)


Maha Benar Allah yang telah menetapkan hukum-Nya dengan sempurna.

note : mengetik tulisan ini dengan tangan gemetar dan berkeringat bahkan hampir menangis, karena takut tidak bisa melaksanakan apa-apa yang saya sampaikan disini. Benar-benar takut jadi pelaku yang disebutkan dalam ayat ini :

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahawa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan." (QS Ash-Shaff : 2-3)


Semoga saja tidak seperti itu (lagi), semoga saja bisa menjadi pribadi yang lebih baik, harus bisa, Insya Allah bisa. Dan kamu, kamu, juga KAMU, bersabarlah ^.^

Semoga bermanfaat.


~Andini Nova

Sabtu, 19 Februari 2011

Hey You :)




Where are you? ^.^

~Andini Nova

Hai Hujan

Semalam hujan turun..sampai pagi.
Tetes pertama mungkin jatuh saat aku tengah duduk, tanpa kegiatan apapun.
Aku yang tadinya berada di dalam, langsung menghambur keluar, ke balkon.
Kunikmati tiap derainya, wanginya, dinginnya,
kusentuh ia dengan tanganku..
"Hai, Hujan. Apa kabar?"
Ah, kamu selalu saja terlihat seksi..

~Andini Nova


quote 5

Jangan paksa dunia dan semua penghuninya untuk selalu berjalan seperti yang kamu mau...

~Andini Nova

Yang Mana?

dan hujan yang menghapus kegersanganmu..
dan air yang mengaliri sawah-sawahmu..
dan pepohonan yang kau nikmati daun, buah, bahkan batangnya..
dan makanan yang kau telan..
dan minuman yang kau teguk..

udara yang kau hirup tiap detik..
dan cahaya matahari yang menerangi siangmu..
dan bulan bintang yang mengindahkan langit malam..
dan sehat yang menguatkan tubuh lemahmu..
dan otak yang membuatmu mampu berpikir..
dan mata yang membukakan pemantauanmu..
dan telinga yang menyerap suara-suara itu..
dan mulut yang menyampaikan ucapanmu..
dan tangan yang menggenggam..
dan kaki yang melangkah..



dan ibu bapak yang membesarkanmu..
dan anak-anak yang tertawa riang di sekelilingmu..
dan tetangga yang tersenyum menyapamu..
dan saudara seiman yang siap membelamu..

dan kemudahan yang menyertai kesulitanmu..
dan ketenangan yang menggantikan kegelisahanmu..
dan kebahagiaan yang menghampiri kesedihanmu..
dan pertolongan yang datang mengusir ketakutanmu..

dan semua nikmat Allah yang jika kamu ingin menghitung, niscaya kamu tidak akan sanggup.

***

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar-Rahman)









~Andini Nova

Jumat, 18 Februari 2011

Hunting!

Selain sebagai wadah tulis-menulis, blog bisa juga dimanfaatkan untuk hal lain. Yap! ini dia salah satu kegunaan blog.. tempat aku mencatat apa-apa yang sering aku lupakan bersama kertas.. hehehe. Inilah beberapa judul novel dan antalogi yang sedang kucari. Mudah-mudahan ketemu (amin) :

1. Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan karya Tasaro
2. Dan Hujanpun Berhenti karya Farida Susanty
3. Lukisan Hujan karya Sitta Karina
4. Hujan karya Thee dan Rien
5. Rain Affair karya Clara Canceriana (kemarin sudah sempat baca di gramedia matramn, tapi belum selesai, udah sore -.-)
6. Perempuan Hujan (Kumpulan cerpen) karya Fira Basuki
7. Maroon karya Rien
8. Ways to Live Forever karya Sally Nicholls
9. Karena Kita Tidak Saling Kenal (kumpulan cerpen) karya Farida Susanty
10. Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler karya E.L. Konigsburg
11. Anna Karenina karya Leo Tolstoi
12. 5 cm karya Donny Dhirgantoro

*bengong* o_O

banyaaaak amaaatttt? duit untuk belinya? *pingsan dulu ah*

~Andini Nova

Selasa, 15 Februari 2011

Amazing Holiday in Jambi


Oleh : Andini Nova

Aku selalu tertawa tiap Nesa, Ovi, dan Fifah bilang, "lucu nian kakak ni", gara-gara kekonyolanku berlebay ria. Hahaha. Seru deh kalo lagi main sama mereka. Kita biasanya main tebak lagu yang tipenya (mirip) kuis happy song. Dan aku diberi kehormatan untuk menjadi pembawa acaranya. Kocak, sepanjang permainan, gelak tawa terus mengiringi. Entah karena jawaban mereka pada ngaco, gaya jawabnya yang aneh (pake nada Bang Oma, ter..la..lu..), dan gara-gara aku sendiri -sebagai MC- kadang gatau judul dari lagu yang aku tanyain. Jadilah ngakak semua. Hahaha MC macam apa aku ini >.<

Oia, sebelumnya perkenalkan, Nesa, Ovi, dan Fifah adalah adik sepupuku. Mereka tinggal di Jambi. Hmmm, Jambi itu sebuah kota yang terletak di pesisir timur bagian tengah Pulau Sumatera. Yaaa, deket-deket Padang dan Palembang. Ketika libur semester ganjil kemarin, aku memutuskan untuk menghabiskan liburanku di Jambi, kota dimana Oma (mama dari papaku), beserta keluarga besar papa tinggal. Yappp! That's my first time in Jambi! Dan juga pertama kalinya aku bertemu dengan keluarga dari Papa. Huaaa, senangnyaaaa bisa ketemu keluarga disana. Baik-baik banget! Seneng seneng seneeeeng deh pokoknyaa! hehehe :D

Saking senengnya, liburan disana yang rencananya hanya seminggu, molor jadi dua minggu! Betah :p
Selama disana, aku seperti piala yang digilir (weew!), nginap kesana-kemari. Pertama, tentu di rumah Omaku, di daerah Thehok. Lalu kemudian di rumah Tanteku yang satu, lalu tanteku yang satu lagi, dan yang satu lagi dan satu lagi (banyaak bangeeet?).

Satu hal yang ngga boleh dilewatkan kalau liburan : Yap! JALAN-JALAN!
Keluarga disana mengajakku berkeliling kota Jambi. Hampir tiap hari liburanku disana dihabiskan dengan berjalan-jalan *hohohoho

Sudah kemana sajakah akuuuu? Pertama, yang pastinya ke rumah Oma! Ya, setelah mendarat di Bandara Sultan Thaha, aku dijemput Teta dan Pak Uo (suaminya Teta), dan langsung meluncur ke rumah Oma. Inilah rumah pertama dan tujuan utama yang aku singgahi. Omaaaaa, cucumu dari Jakarta dataaanggg ^.^


Rumah Oma
Suasana di sekitar rumah Oma



Kedua! Sungai Batanghari, sungai yang ternyata adalah sungai terpanjang di Pulau Sumatera *kereennn! bangga banget Jambi punya sungai ini. Selama di Jambi, terhitung tiga kali sudah aku kesini. Tiga kaaaliiii? hiahahha, iya! yang pertama, aku kesana dengan sepupuku yang namanya Febi. Kita berduaan aja tuh, naik motor.

Sebelum kesini, kami sempat ke makam Opa terlebih dahulu, lalu makan mpek-mpek, dan solat ashar di Masjid Al Falah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Seribu Tiang.


Masjid Seribu Tiang

Di tepi Sungai Batanghari, kami berdua makan jagung bakar yang sumpah! manis dan empuk banget. Itu adalah jagung bakar terenak yang pernah aku makan seumur hidupku *lebaayyyy :p


Ada makanan, pasti ada minuman dong. Untuk menghilangkan dahaga dan rasa seret setelah menelan habis jagung bakar beserta gagangnya *loh?, Kami memesan dua gelas air tebu yang ternyata enak juga yaa? *baru pertama kali nyoba, huaa noraknya diriku. Dan tentu saja agenda yang tidak boleh terlewatkan tiap jalan-jalan, foto-foto! :)


Iseng, moto anak kecil lagi termenung di tepi Sungai Batanghari =P
"Mamaku manaaaaa?"








Kedua kalinya ke sungai ini, aku bersama Oma dan keluarganya Elok (panggilan untuk tante Dedeh), disana kita rame-rame makan nasi goreng, tekwan, asinan mie, dan lain-lain dan lain-lain. Seru deh pokoknya. Dan yang ketiga kali, aku kesana bersama keluarga Teta (Panggilan untuk tante Vera), disana lagi-lagi memesan jagung bakar dan tak lupa juga, foto-foto! *dasar narsis :D

Sungai Batanghari

Tempat ketiga! Hari itu hari Minggu, tepatnya tanggal 6 Februari 2011. Kakak sepupuku, mengajakku ke Candi Muaro Jambi. Jadilah, kami (aku dan hampir semua sepupuku), berwisata kesana. Setelah puas melihat-lihat candi-candi kuno peninggalan kerajaan disana, lalu gelar tikar dan berpiknik ria, dan pastinya juga foto-foto, langsunglah kami melesat ke Universitas Jambi. Ngapain coba hari minggu ke kampus orang? Yayayyaya, hanya untuk mengantarku foto di depan gerbang kampus yang ada tulisan UNIVERSITAS JAMBI-nya. Hahhhaa, biarin isshhh.




Candi Tinggi, Muaro Jambi


Setelah puas foto-foto di UnJa, tadinya kami mau langsung ke Bukit Bintang. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya ngga jadi deh. Hiks-hiks, sedih juga sih. Padahal dari foto-foto yang kulihat, Bukit Bintang tuh keren banget. Kata Bang Nando (kakak sepupuku), Bukit Bintang itu tadinya tempat pertambangan batu bara, terus setelah tidak dipakai lagi dijadikan tempat off road, dan lagi-lagi, setelah tidak dipakai lagi, dibiarkanlah begitu saja. Jadi Bukit Bintang itu kaya hamparan tanah yang luaaassss, dipenuhi gundukan tanah liat yang tinggi (nah di gundukan ini, kalau malam dijadikan tempat melihat bintang) dan yang bikin keren adalah danaunya! Airnya berwarna biru! Subhanallah, keren banget! Tapi ya apa mau dikata, belum jodoh untuk kesana. Nanti kalau ada umur untuk ke Jambi lagi, mudah-mudahaan bisa ke Bukit Bintang. Insya Allah :)

Keempaaatttt! Ke pasar. Ngapaaaiinn coba jauh-jauh dari Jakarta ke Jambi malah ke pasar? Eittsss! Jangan salah, pasar disini beda sama pasar-pasar yang ada di Jakarta. Kalau disini, harga dagangannya bisa ditawar, terus yang jualan banyak, terus disana-sini bertebaran pedagang kaki lima, teruuussss??? Apa bedanya coba? Huuaaa jangan timpuk saya! haha, iya emang sama aja sih sebenernya. Cuma karena emang aku diajak Ayang (panggilan untuk tante Aan) kesana, yaudah ikut aja. Dan ternyata seru juga kok. Setelah lelah berkeliling pasar, acara jalan-jalan ditutup dengan makan Bakso Urat Pak De yang super enak :)

Lalu kemana lagi? Tempat kelimaaaaa, aku diajak Nesa, Ovi, dan Fifah untuk nonton bioskop di Sumatera Theater. Filmnya? Horor semua! hadeehh, paling ngga suka sama film horor yang made in Indonesia, bukan karena takut dengan keseremannya, tapi males sama adegan-adegannya yang kebanyakan adegan panas. (Pasti adegan pas pemainnya lagi di ruangan yang ngga ada AC ngga ada kipas, haha). Yaaaa, you knowlah film horor indonesia kaya apa. Tapi karena emang ngga ada pilihan lain, dan setelah aku menginterogasi mba-mba penjual tiketnya-menanyakan apakah film ini pantas untuk ditonton oleh anak di bawah umur- Ya karena adik sepupuku ini masih pada SD dan SMP, walah tanggung jawab besar kan! jangan sampai aku malah menggiring mereka menonton yang tidak patut ditonton. Hehehe, kata mba-mbanya sih "Aman kok, Mba.", Oh yasudahlah akhirnya kita nonton juga. Dan ternyata emang tuh film ngga "aneh-aneh", dan ngga serem! (katanya film horor? -.-a)


Sumatera Theater

Keenam! Setelah nonton, kami berempat jalan kaki menuju Wiltop Trade Centre Batanghari untuk makan siang! nonton film yang katanya genrenya horor (tapi ngga serem itu) bikin perut jadi lapaaaaarrrr >.<
Hari sudah semakin sore, setelah kenyang kamipun bergegas pulang...


WTC Batanghari


Seventh Destination! Jalan-jalan ke Taman Wisata Jambi. Disini ada berbagai macam rumah adat tiap kabupaten di Jambi. Kereeen! disana ngga lama, karena hari sudah sangat sore menjelang maghrib, dengan gesit kusempatkan foto-foto disana (teteppp, sesi foto-foto ngga boleh ketinggalan semepet apapun waktunya). Terus pulang deh ke rumah Teta..



Rumah Adat

Delapan!!! Melihat-lihat sebentar ke Taman Rimba (kalo di Jakarta ya semacam Ragunan gitu), tapi disini hewannya cuma dua, Singa dan Gajah. hehehe, lumayanlah daripada ngga ada :)

Kesembilan.... Makan malam di restoran Sunda di daerah Perumnas. Disana aku dan keluarga Elok (Om Hen, Kak Indah) makan ayam kalasan, sayur asem beserta ikan asin, sambel dan lalapnya. Tapi aku yang emang cinta banget sama kangkung, lebih memilih memesan tumis kangkung dibanding sayur asem hehehe. Restorannya cukup asik, tempat duduknya ada yang lesehan ada juga yang pakai meja dan bangku. Selama makan, kita disuguhi pemandangan taman yang cukup hijau. Alhamdulillahiladzi at'amana wasaqona waj'alana minal muslimin. Kenyaaang :)

Kesepuluh! Ini dia Jembatan Batanghari Dua yang terkenal itu. Tapi sayang, sepertinya pondasinya kurang kuat, buktinya tiap mobil lewat nih, berasa banget goyangannya! huaa agak ngeri >.<



Jembatan Batanghari Dua

Kesebelas, dst... Aku juga berkunjung ke Kantor Gubernur Jambi (lewat depannya doang sih, hehe), lalu ke Trona (supermarket), ke Pasar Tanah Baru (nemenin Elok belanja, trus abis itu diajarin masaaaakkk makanan Padang), lalu aku juga sempat ke.. kemana lagi yaaaa? hiaa lupaa! (mulai deh kumat pikunnya), yang jelas banyak deh tempat yang aku jelajahi disana. Tapi memang agak sayang sih, tempat wisata alam di Jambi, kebanyakan terletak di kabupatennya, sedangkan rumah Oma di Kotanya, jadi kalau mau ke tempat wisata alam, harus menempuh jarak ratusan kilo dan memakan waktu minimal 10 jam! hueeee, bisa tua di jalan itu mah. Alhasil, ngga bisa nyobain air terjun di Gunung Kerinci deh.



Kantor Gubernur Jambi

Dan yang paling paling paling bikin aku betah di Jambi pas liburan kemarin adalah : Sering hujan! Hampir tiap hari disana hujan turun terus. Alhamdulillah Ya Allah, disana ngga macet! (kalo di Jakarta tiada hati tanpa macet), ngga padet, udaranya bersih, lumayan dingin, sejuk, langitnya kereeen! Bener-bener deh, Jambi gokiL! hehe.. gara-gara disana udaranya bersih jadi bersahabat banget sama paru-paruku, terus juga ngga ada macet, ngga sumpek, jadi pikiranku ngga mumet. Pas disana juga makan jadi teratur dan tepat waktu, tidur paling malem jam 10. And you know whaaattt? pulang dari sana, pas aku check ke dokter, ternyata kondisiku membaik! Alhamdulillah berat badan naik hampir dua kilo, tekanan darah jadi normal (sebelumnya selalu rendah). Waaaah, jadi emang lingkungan itu berpengaruh banget sama kondisi tubuhku ya. Semoga secepatnya bisa pindah ke pinggiran Bogor :)

Loh kok jadi melebar gini sih ceritanya? hehe biarin ah..
Pokoknya liburan di Jambi kali ini benar-benar seru dan bermakna. Terima kasih untuk semua keluarga di Jambi, especially Oma tercinta. Kalian benar-benar luar biasa. Pas mau pulang, ada sesi nangis. hikhiks, sedih banget harus pisah sama Oma dan yang lain. Jika Allah mengijinkan dan masih ada umur, aku pasti kesana lagi! LOVE YOU ALL SO MUCH :*

(ngp)

Falling in Love!

Hari ini hari Selasa,
Dan aku merasa makin jatuh cinta..




kepada-Mu,

Wahai yang Maha Segalanya, ALLAH SWT


serta padamu..
Rasulullah Muhammad SAW, para nabi dan sahabat,




juga kepadamu..
Keluarga besar tercinta



dan kamu..

teman dan sahabat terbaikku








dan tentu saja kamu juga..



HUJAN!


Semoga bisa terus memupuk cinta ini...

~Andini Nova

Minggu, 13 Februari 2011

Hari Setelah Hari Ini

Kemarin, saat tiap perkataan berevolusi menjadi pisau
Menusuk pendengaran, melukai perasaan
Serta jiwa-jiwa yang terpaksa dimatikan.

Mungkin tidak jatuh ratusan korban
Mungkin hanya aku
Dan titik, titik, titik
Tapi akuilah, ini tragedi.

Hari ini, ketika tali-tali telah digunting
Dan keputusanpun resmi diambil
Hitam dan putih harus berpisah
Mengikuti jejak air dan api yang tak mungkin bisa berkawan
Ya, karena abu-abu tidak pernah diizinkan untuk menimbulkan diri
Kungkungan mitos, belaka.

Tumpukan baju yang masih tertata rapi dalam almari
Arus AC-DC yang tetap mengalir lancar dibalik kabel
Dan sendal-sendal yang berderet di rak depan
Seakan, tidak ada yang terjadi
Seolah, semuanya masih seperti biasa.
Sandiwara, kita baik-baik saja.

Dan di hari setelah hari ini, mungkin akan ada yang berbeda
Dalam kehidupan kita, dalam hari-hari kita
Atau bahkan tidak akan ada lagi "kita".
Semuanya kembali ke permulaan,

Maka, biasakanlah.






~Andini Nova

Berbeda

Peristiwa yang membuat sel-sel dalam otak ini mengerti
Bahwa ternyata memang ada perbedaan yang berpotensi menjadi jurang
Yang mungkin saja suatu waktu akan menerjunkan.

Benar, jika mungkin belum bisa bersikap dan berpikir secara dewasa serta bijaksana
Benar lagi, jika mungkin memang masih anak kecil yang sering merepotkan
Sangat benar, bahwa segala sikap menjadi membingungkan dan terkadang membuat kesal.

Beda usia, beda pandangan, beda cara berpikir
Ah.. sepertinya kita memang berbeda.




~Andini Nova

Malam

Pilihannya hanya dua
Iya atau tidak
Keluarkan atau simpan
Katakan atau diam
Teruskan atau berhenti.

Konsistensi
Tidak ada jawaban di antara
Atau kemauan samar-samar.

Malam terus bergulir
Melambaikan tangan pada matahari yang makinjauh membenamkan diri
Terik telah habis
Panas bosan memanggang.

Sisanya hanya ketegasan
Disirami sinar lampu yang berpendar menghapus kegelapan
Dan lampu, dan lampu.







~Andini Nova

Rabu, 09 Februari 2011

Kewajaran yang Wajar

Kamu tidak perlu mencolok matamu agar menjadi buta, hanya karena kamu tidak berkenan melihat wajahku. Cukup alihkan pandanganmu ke arah lain dimana tidak ada aku. Memandanglah ke tempat yang bahkan bayanganku pun tak akan pernah muncul walau hanya sekelibat.

Jangan iris kedua telingamu, hanya karena kamu tidak ingin lagi mendengar celotehku, cukup berlakon seakan tuli tiap aku mulai mengeluarkan suara.

Kamu tidak perlu sampai membuang handphonemu, hanya karena kamu sangat malas menerima pesan dan panggilan telepon dari nomorku. Cukup tidak mereply dan terus menekan tombol reject. Jika sudah begitu, jari-jariku pasti lelah dan berhenti menghubungimu.

Kamu tidak usah repot-repot meninggalkan rumahmu dan pindah ke tempat lain yang jauh, hanya karena enggan aku akan datang menemuimu. Cukup minta ibumu untuk memberitahuku yang menunggu di teras depan, bahwa kamu tidak ingin melihatku. Kupastikan aku akan segera pulang tanpa terus mengetuk pintu atau nekat menerobos masuk.

Berlari terlalu kencang akan membuatmu lelah dan terjatuh, hanya karena kamu begitu takut aku akan mengejar dan menarik kaos merahmu. Cukup beritahu aku baik-baik bahwa kamu merasa terganggu dengan keberadaanku di hidupmu.

Tidak perlu bersikap terlalu berlebihan dan begitu kejam hanya karena kamu tidak merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan,

Jika memang kebahagiaan akan kamu dapat saat kamu bersama dengan orang lain, dan bukan ketika aku di sampingmu,

Cukup katakan padaku untuk melepas genggamanku dan merelakanmu.

Kupastikan, secepatnya aku akan berjalan mundur dan menjauh..

Ketahuilah, cintaku tidak pernah memaksa :)


Nb : terinspirasi dari kisah seseorang. Tapi kenapa jadi sedih bgt gini ya? Hehe, terbawa suasana. Ah, no problemo. Hanya coretan biasa. Kalau suka silahkan baca, kalau tdk suka ya harus suka haha (>.<)v


~Andini Nova

Senja di Batanghari



Saat ini aku tengah duduk.
Melonjorkan kaki-kaki yang lelah berkeliling Kota Jambi.
Kunikmati tiap butir jagung bakar empuk.
Dan menyeruput manisnya air tebu yang berkumpul di wadah kecil.
Kupandang suasana sore ini.
Indah nian.
Semilir angin lembut menyapu pipiku.
Dimana langit senja terlihat cantik dibubuhi awan.
Sungguh, terlalu sayang jika dilewatkan.
Bahkan mata seakan enggan untuk terpejam, walau hanya sekedar berkedip.
Terdengar gelak tawa beberapa anak kecil bemain.

Beret bet bet bet.

Dan suara mesin Ketek yang berlayar menantang air.

Di tepi Sungai Batanghari ini aku bersenda gurau.
Menunggu matahari membenamkan diri.
Sembari, mengingatmu..


~Andini Nova