Senin, 24 Januari 2011

Takut dan Sabar

Hey Nova..
sekarang ini belum waktunya
tidakkah aku belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya?
tidakkah aku cemas akan melakukan kesalahan yang sama?

Ya Allah.. aku takut
aku takut akan kembali menuhankan hawa nafsu
aku takut jika lagi-lagi dengan angkuhnya mendahului takdir-Mu
aku takut makin hanyut
aku takut semua ini bukan karena-Mu
AKU TAKUT, YA ALLAH :'(

Jaga aku, dengan penjagaan sempurna-Mu
bantu aku mengendalikan diriku
mengendalikan hati dan sikapku
mudahkan usahaku untuk beristiqomah
mudahkan Ya Allah.. mudahkan..

Beri pencerahan bahwa aku memanglah harus bersabar
sabarkan aku.. sabarkan..
yakinkan aku bahwa tidak ada yang akan datang kecuali kebaikan ketika aku bersabar.

shalihahkan Ya Allah...shalihahkan..

bukankah kita semua tidak ingin terjun ke dalam api neraka?
bukankah khadarallahu khoir?
maka bersabarlah!
jangan mendahului!
jangan terburu-buru!
jangan biarkan setan menertawai kebodohanmu!

Ishbir ya ukhti.. ishbir..
aku berdoa.. semoga diberikan yang terbaik
semoga dipertemukan dengan yang terbaik
maka dari itu, aku harus terus membenahi diri menjadi lebih baik
memantaskan diri untuk dijemput oleh seseorang yang terbaik.


dalam diam aku berikhtiar
dalam diam aku mempersiapkan




Aku ingin menjadi yang terakhir..



Maka maukah kamu bersabar?



Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)


~Andini Nova

Minggu, 23 Januari 2011

Senin, 17 Januari 2011

Dear Dad...



Suatu hari aku mendengarkan seorang teman bercerita bahwa ia baru saja diajak jalan-jalan oleh ayahnya. Mendengar itu, aku hanya bisa tersenyum lesu.

Di lain waktu, tak sengaja kulihat seorang gadis yang digandeng oleh ayahnya dengan sangat erat saat menyebrang jalan. Melihatnya, aku hanya bisa menghela nafas.

Seorang sahabatpun pernah berkata dengan bangga betapa sang ayah sangat menjaganya. Mendengarnya, aku hanya bisa menelan ludah.

Kadang rasa iri timbul saat melihat orang lain memiliki apa yang tidak bisa aku miliki. Tapi daripada iri, jauh lebih baik jika aku merasa ikhlas. Lalu bersyukur, bersyukur, dan bersyukur.
Pa,
Semoga bahagia dengan keluarga barumu. dimanapun kau berada saat ini, smoga Allah selalu melindungimu.

Walau hati ini pernah memendam benci dan sakit hati yang dalam kepadamu, tapi kini aku ikhlas. Benar-benar ikhlas. Dan jujur, kadang aku merindukanmu.. merindukan sosokmu.. merindukan figur lelaki yang siap berdiri paling depan untuk melindungiku, merindukan genggaman dari tangan hangat yang siap menangkapku saat aku jatuh, merindukan ketegasan dari karakter ayah yang menyayangiku..

Untuk yang tak pernah bisa aku panggil, untuk yang tak pernah bisa aku temui, untuk yang tak pernah aku rasakan kasih sayangnya, perhatian ataupun perlindungan darinya, untuk yang selalu kurindui...

Papa..


~Andini Nova

Hopeless? of Course, No!

Kita itu sama.
Sama-sama mencoba berdiri tegak dengan kaki yang pincang.
Tapi kita tidak menangis.
Tidak juga mengeluh ringkih.
Karena akan selalu ada tongkat dan kursi roda yang menuntun langkah kita.
Pasti ada. Aku percaya. Kita percaya.
Cukuplah Allah bagi kita...
Jadi, jangan pernah menyerah ya.
Semangat! ^.^




~Andini Nova

Lalu, Tunggu Apalagi?

Kenapa tak katakan saja dari dulu, bahwa kau bisu.
Buktinya kau tak pernah mampu ucapkan rentetan kata-kata jujur padaku, yang keluar justru hanya kepalsuan.
Kenapa tak kau akui saja dari dulu, bahwa kau buta.
Buktinya kau tak bisa melihat mataku yang berbinar setiap memandangmu, senyumku yang mengembang tiap menatapmu, dan rona bahagia wajahku kala mengetahui "perubahanmu"
Kenapa tak kau beritahu aku sejak dulu, bahwa kau tuli.
Buktinya kau tak mendengar semua kata perhatian yang keluar dari mulutku. Suaraku lalu begitu saja di telingamu.
Kenapa kau tak bilang saja dari dulu, bahwa hatimu telah rusak.
Buktinya kau tak pernah mampu merasakan kasihku yang tulus kepadamu selama ini.
Mungkinkah kau mati rasa? Sepertinya iya.
Kenapa tak kau katakan juga dari dulu padaku, bahwa kau sakit.
Buktinya semua organ dan inderamu tidak berfungsi dengan baik. Sehingga kau tak mampu berkata jujur padaku, tak bisa melihat senyumku, tak mendengar semua kata perhatian dari mulutku, dan tak merasakan kasihku yang tulus.
Lalu tunggu apalagi?
Bergegaslah berobat, walaupun mungkin akan sulit sekali menyembuhkanmu.
Dan haruskah kita mengucapkan selamat tinggal?
Tentu. Karena aku tak ingin luka ini menganga semakin dalam.
Jangan pernah kembali ke hadapanku, wahai 27 Maret 2010..
(ngp)



~Andini Nova
note : dibuat sekitar awal April 2010. saat masih labil haha :p

Friends :)

Saya ucapkan banyak terima kasih kepada fans-fans saya di kampus :
Nadia Nurfadilah, Bahjatul Fitriyah, Vifa Fitriani, LenyAry Knda Chynk Dnda, Anna 리아나 Fadli, Thea Nabila, Denni Yoga, Martinus Wibowo, Ageng Leksono Wijaya Putra, Ryoo Anggoro, Rizki Jatmika, Antonius Raymond Gultom, Ardina Nusravia Arsyad, Hilda Nur Wulandari, Nirwana Fauziah, Putri Agustiani, Anggraini Rahayu, Rahayu Dwi Cahyani, Benavad, Yorry Kusuma Wardhani, Dhea Putri Haditania, Reza Andi Mahardika, Fikri Haiqal Baki, Mario Ramadhan, Grace Martha, Faris Anshar yang telah membuat hari-hari saya jadi berwarna, memberikan saya banyak pengalaman hidup (jiaaahh), membuat saya tertawa, kesal, sedih, senang, terharu, menjerit, meloncat, menunduk, dan lain sebagainya yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu disini, akhir kata semoga kita semua sehat selaluuuuuuu, sehat selalu, sehat selalu, akur dan rukun selalu, serta lulus semua nanti (masih jauh ya? hehe) biarin, yang penting amin. SEMANGAT!

Demikian sepatah dua patah kata dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, wabillahitaufikwalhidayah wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh.



yang gambar terakhir agak gimana getoohh, hahahhaha
biarin, yang penting friends :))


~Andini Nova

Diam

Dia bicara. Aku terdiam
Dia tertawa. Aku terdiam
Dia bernyanyi. Aku terdiam
Setiap gerakannya menjadikanku kelu dan diam
Aku terus diam, hingga akhirnya dia bosan.

Dia diam, dan aku diam
Kami terdiam
Kami bosan
Akhirnya saling melangkahkan kaki menuju arah yang berlawanan dalam keadaan tetap diam
Kediaman kami, adalah gengsi kami
Gengsi kami adalah tameng kami.

Kami tidak ingin terlihat lemah, terlalu cinta, atau sebegitu perhatian
Maka kami diam
Sampai kapan?
Mungkin sampai salah salah satu dari kami mati

Lalu apa?


~Andini Nova

Ingatkah Kamu?

Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dgn kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya (QS AL-BAQARAH:42)

***

APAKAH KAMU INGAT DENGAN..

Allah?
Malaikat?
Nabi dan Rasul?
Al'quran?
qada dan qadar?
kiamat?
mati?
dosa?
pahala?
umur?
taubat?
jasa orang tua?
teman dan sahabat?
fakir, miskin, yatim dan piatu?
sedeqah?
beramal?
solat?
mengaji?
shalawat?
mencari ilmu yg bermanfaat?


INGATKAH KAMU KALAU KAMU HARUS..

mencintai Allah dgn tulus?
bertaqwa?
beriman?
menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya?
mengamalkan harta dan ilmu bermanfaat?
berbakti kpd orang tua?
jujur?
dpt memegang amanah?
dpt bertanggung jawab?
dpt dipercaya?
bersemangat berjuang di jalan Allah?
berjihad dgn cara yg benar?
memakai hijab sesuai syariah?


INGATKAH KAMU BAHWA KAMU TIDAK BOLEH..

melanggar perintah Allah
munafik?
memfitnah?
gibah?
bicara kasar?
mencerca?
menghina?
berzinah?
mengumbar aurat?
sombong?
congkak?
angkuh?
riya?
berkhianat?
murtad?
korupsi?
berbohong?
mencari nafkah dgn jalan haram?
bermalas-malasan?
menunda salat?
lupa salat?
lupa mengaji?
meninggalkan puasa di bulan ramadhan?
meremehkan Allah?
meremehkan islam dan hukumnya?


INGATKAH KAMU BAHWA..

semua hanya titipan dari Yang Maha Kuasa?
hidup di dunia hanya sekali?
kesuksesan di masa tuamu dipengaruhi tingkahmu di saat muda?
nasibmu di akhirat ditentukan amal ibadahmu di dunia?
kamu hanyalah makhluk ciptaan-Nya?
Allah yang menciptakanmu?
Allah yang memberimu nikmat?
hanya kepada Allah lah kamu kembali?


INGATKAH KAMU???!!!

Jika tidak ingat, maka TANGISILAH DIRIMU
Karena kamu telah termasuk dalam golongan orang-orang yang SANGAT MERUGI.



"Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tdk, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mreka, penglihatan mereka telah ditutup dan mereka akan mendapat azab yang berat (QS AL-BAQARAH :6-7)


"Dan takutlah kamu pada hari kiamat, hari dimana tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikitpun. Sedangkan syafaat dan tebusan apapun darinya tidak diterima dan mereka tidak akan ditolong." (QS AL-BAQARAH :48)

~Andini Nova

Hanya Wanita Akhir Jaman, Yang Mencoba Menjadi Solehah

Aku menemukan sebuah tulisan, hmm bisa dibilang puisi kali ya. Isinya bagus sekali. Mengingatkan pada kita, bahwa tidak ada *CensureBlock* yang sempurna loohhhh. Tidak ada satupun yang luput dari dosa. Jadi, janganlah mengungkit dosa-dosa orang lain ya? Apalagi jika orang itu sudah memutuskan untuk bertaubat. Sudahlah, kamu juga bukan orang yang tidak pernah melakukan dosa kan? Kita sama-sama sedang mencoba menjadi muslim yang soleh dan solehah. Itu saja. Baca yaaaaa... ^^

Untuk Suamiku
Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi, Tidaklah semulia khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah, Apalagi secantik Zulaikha.
Justru Istrimu hanyalah wanita akhir jaman,
Yang punya cita-cita,Menjadi Sholehah….

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Istri adalah murid, Kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya.
Saat Istri menjadi madu,
Kamulah penawar bisanya,
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan,
Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana,
Justru ……Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasullulah,
Pun bukan pula sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,Yang berusaha menjadi soleh…Amin.

Untuk Istriku
Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Suami yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Muhammad saw,
Tidaklah setaqwa Ibrahim as,
Pun tidak setabah Ayub as,
Ataupun segagah Musa as,
Apalagi setampan Yusuf as.
Justru Suami hanyalah pria akhir jaman,
Yang punya cita-cita,Membangun keturunan yang Sholeh….

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, Kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
Seandainya suami masinis yang lancang, Sabarlah memperingatknnya.

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tidak segagah mana,
Justru ……
Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukan pula Hajar, yang begitu setia dalam sengsara.
Cuma wanita akhir zaman,Yang berusaha menjadi solehah…Amin.


Referensi : http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache%3Agz57rsuOD0YJ%3Adolla.wordpress.com%2F2007%2F12%2F28%2Fpuisi-pernikahan%2F+tentang+sabar+menunggu+nikah&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id


Expired



Aku sudah cukup sibuk dengan semuanya. Menata hidupku dan memutar otak mencari segala jalan yang mungkin ditempuh agar aku dapat tetap bertahan hidup.

Dikala setiap orang hilir mudik dengan segala aktivitasnya, aku mencoba melakukan hal yang sama-walau kadang dengan memaksakan diri-yang akhirnya membuat kondisiku makin parah.

Okelah, aku memang tidak seaktif mereka, tidak kesana-kemari, tidak lagi mengikuti event ini atau event itu yang menguras energi dan menimbulkan kelelahan, tapi jangan berpikir bahwa aku tidak berkarya. Walau aku hanya sanggup menatap dunia dengan lebih banyak melalui layar monitor, walau betapa pun sibuknya aku bolak-balik rumah sakit, walau kadang aku masih suka mengeluh, walau dari 7 hari dalam seminggu pasti ada hari-hari yang harus kurelakan untuk berdiam diri di rumah atau bertemu dengan para dokter itu, tapi percayalah di hari lainnya aku mencoba tetap menulis.

Aku sama seperti mereka, mempunyai cita-cita. Ingin jadi ini, jadi itu, meraih ini, meraih itu. Ah indahnya. Tapi untuk sekarang ini, biarlah kesehatan menjadi prioritas utamaku. Biarlah lebih banyak waktu yang kupakai untuk mencoba sembuh. Namun, percayalah bahwa aku tidak pernah menjadikan itu sebagai alasan untukku berhenti berkarya.

Dan, jika semua waktuku telah tersita, apakah kalian berpikir aku masih sempat mengurusi hal-hal kecil tidak penting seperti yang kalian lakukan? Mencari perhatian, memercikkan api masalah atau bahkan mengolok-ngolok keterbatasanku untuk sekedar iseng dan mencoba menguji kesabaran. Wah, otakku sudah terlalu penuh dengan segala macam rasa takut dan cemas, "Apakah besok aku..? Bagaimana jika aku..? Bisakah aku tetap..? Apa yang harus aku..?" karena itu janganlah lagi kalian terlalu lama membuang-buang waktu mempertontonkan kepadaku film gagal yang tema ceritanya telah basi.

Hmm, tapi silahkan jika kalian tetap ingin sibuk memandangku dengan sebelah mata, mungkin kalian merasa "sempurna tanpa cacat".

Lagipula kupikir aku tidak perlu membuktikan apapun, karena aku memang tidak membutuhkan pengakuan dari siapapun.

Cukuplah Allah dan orang terdekatku saja yang tahu siapa dan bagaimana aku. Dan biarkan waktu yang nanti akan menjawab semuanya.

~Andini Nova

La Tahzan, Nova.

Aku ceritakan pada gerimis tentang hatiku yang kini sedang menangis.
Aku curahkan pada langit mendung tentang batinku yang kian murung.
Dedaunan basah terlihat betah, mendengarkan rintihanku yang merana.
Jalan setapak yang penuh dengan genangan air seperti halnya jiwaku yang mulai berair.
Semilir angin terasa dingin merayap menambah bekunya kekosongan.
Air hujan yang terus menetes seakan mencoba menenggelamkan aku dalam kepedihan dan kesendirian.
Petir dan gemuruh bersahutan menyampaikan teriakanku yang tak kunjung terdengar.

Mentari, kapankah kau akan muncul? Hangatkan jiwa yang semakin dingin ini. Keringkan mata yang telah basah oleh air mata. Tenangkan hati yang terus -menerus gelisah.

Mentari?
Tidak!
Bukan!
Bukan pada mentari seharusnya aku meminta.
Bukan pada benda seharusnya aku berharap.
Bukan pula pada manusia aku bergantung.
Tapi pada Rabbku yang Maha Perkasa.
Aku bersujud dan kutumpahkan tangisanku di dalam kekhusukanku.
Di hening malam dan pekatnya langit.
Di tengah hujan dan dinginnya udara.
Kuceritakan segalanya, tentang kesedihanku, ketakutanku, kegelisahanku.
Dan sekali lagi Allah. Hanya dengan mengingatMu aku menjadi tenang.
Hanya dengan mengingatMu membuatku mampu tersenyum walaupun dalam keadaan menangis.
Tempat bertahan ketika aku merasa hendak menyerah.

Akan selalu kuingat bahwa hanya dengan mengingat Allah, aku tidak pernah merasa sendiri.
La Tahzan, Innallaaha Ma'anaa. (Jangan bersedih, Allah bersama kita)






~Andini Nova

Hari Gini Sombong?

Bismillahirrahmanirrahim. Imam Ali Ar Ridha (Imam ke-8 dalam silsilah Imam Ahlul Bait AS) pernah berkata: "Akal seorang muslim tidak akan sempurna kecuali jika ia memiliki 10 karakter berikut:

1. Kebaikannya selalu diharapkan orang
2. Orang lain merasa aman dari kejahatannya
3. Menganggap banyak kebaikan orang yang sedikit
4. Menganggap sedikit kebaikan yang telah diperbuatnya kepada orang lain
5. Tidak pernah menyesal jika orang lain selalu meminta bantuan darinya
6. Tidak merasa bosan mencari ilmu sepanjang umurnya
7. Kefakiran di jalan Allah lebih disukainya dari pada kekayaan (tidak di jalan Allah)
8. Hina di jalan Allah lebih disukainya dari pada mulia di dalam pelukan musuh-Nya
9. Ketidaktenaran lebih disukainya dari pada ketenaran".

Kemudian Imam Ridha as bertanya: "Yang kesepuluh, apakah yang kesepuluh?" "Apakah yang kesepuluh?", tanya seorang sahabat. "Ia tidak melihat seseorang kecuali berkata (dalam hatinya):, 'Ia masih lebih baik dariku dan lebih bertakwa'", jawabnya singkat.

*Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan. kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia" (HR. Muslim)
**Keagungan adalah sarung-Ku dan kesombongan adalah pakaian-Ku. Barangsiapa merebutnya (dari Aku) maka Aku menyiksanya. (HR. Muslim)

***

Akibat Merasa Sombong

Kisah ini merupakan pengalaman pribadi dari seorang ukhti muslimah yang merupakan teman ana di Sydney. Beliau seorang muslimah kebangsaan Australia dalam mempelajari islam jangan ditanya semangatnya.Sampai beliau berusaha untuk tinggal di Saudi bersama dengan suaminya yang kebangsaan Mesir untuk menimba ilmu disana.

Setelah dua tahun beliau kembali ke Australia dan berdakwah kepada para muslimah disini.Khususnya yang berbahasa Inggris .Inilah kisah beliau yang ana dengar sendiri dari beliau semoga ukhti muslimah semua dapat mengambil manfaatnya. Karena cerita ini adalah ana dengar dari beliau tanpa mengetahui kronologis detail kejadiannya yang pasti maka ana hanya berusaha menyampaikan secara garis besarnya saja,..mungkin ukhti-ukhti yang tinggal di Timur Tengah pernah mendengar atau bahkan menyaksikan kisah nyata ini.Dimana ketika kejadian itu terjadi beliau ada disana.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa perintah untuk mengenakan jilbab bagi wanita muslimah di Timur Tengah sangat ketat sekali.Jarang kita lihat para wanitanya membuka kerudungnya disana walaupun pada kenyataannya ketika mereka bepergian keluar negeri (wisata),…mereka membuka jilbabnya(walaupun tidak seluruhnya hanya sebagian dari mereka).Dimana mereka mengenakan jilbab hanya karena patuh pada perintah negara bukan kepada Allah subhanahu wat’aala.

Teman ana ini,..ketika berada di sana sangat senang sekali karena dimana-mana yang beliau lihat adalah para wanita yang berhijab dan bercadar sehingga beliau tidak merasa sendirian. Pada waktu itu beliau bersama dengan suaminya pergi berbelanja dalam suatu mall(shopping centre).Begitu ramai …maklum namanya juga tempat belanja..tapi ada satu yang mengganjal hatinya.Yaitu ketika beliau melihat seorang wanita yang berjalan didepannya tanpa mengenakan jilbab.Ya,..wanita tersebut tidak memakai jilbab. Terlihat begitu bahagianya tanpa jilbab.Dengan pakaian yang ketat dan mengundang perhatian kaum laki-laki.Dia tidak perduli.

Mungkin karena merasa risih,..datanglah seorang ikhwan/laki-laki kepadanya dan menyarankan agar ia menutup kepalanya dengan kerudung atau jilbab. Laki-laki itu berkata:”Wahai ukhti,..takutlah kepada Allah….janganlah engkau membuat Allah marah kenakanlah jilbab!!!wanita itu menjawab:”Untuk apa?? Apakah Dia bisa marah kepadaku?? Bila Dia marah hendaklah Dia menghubungi aku lewat handphoneku ini!!” kurang lebih demikian jawaban si wanita tersebut..meremehkan Allah subhanahu wata’ala yang begitu banyak melimpahkan nikmat kepadanya. Teman ana ini sangat terkejut mendengar jawaban si wanita tadi. Beliau merasa takut sekali apabila siwanita ini nantinya akan celaka akibat ucapan dan kesombongannya itu.

Baru saja si wanita tadi melangkah satu atau dua langkah kaki dengan angkuhnya tiba-tiba ia terpeleset.Ketika terpeleset itulah dia jatuh terjerembab dan dalam sekejap posisinya sudah seperti orang yang akan sakarat (mendekati kematian) disusul dengan keluarnya kotoran dari duburnya yang berhamburan mengeluarkan bau yang tidak sedap.Orang-orang disekitar itupun panik.Tak lama kemudian diapun meninggal.
Teman ana ini sangat shock dengan kejadian tersebut,..karena seakan-akan seperti mimpi atau seperti bukan kisah nyata hanya terjadi didalam film saja.Segera beliau pulang dan tidak jadi pergi berbelanja karena masih shock dengan kejadian itu.

Dari kejadian diatas beliaupun setibanya di Sydney menyampaikan kisah yang dilihatnya tersebut kepada semua akhwat muslimah disini agar selalu taat kepada perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan agar kita selalu memohon akhir hidup yang baik atau husnul khatimah.Semoga kisah diatas dapat kita ambil hikmahnya.

***
Faktor-faktor sifat kesombongan :

1. MENGANDALKAN PERSANGKAAN DARIPADA PENGETAHUAN DAN KEPASTIAN

Sebagian besar manusia di dunia ini menganut ajaran agamanya berdasarkan perolehan dari orangtuanya, lingkungannya dan guru-guru di sekolahnya. Mereka menerima agama yang mereka anut seperti sebuah warisan turun menurun, dari ayahnya, dari kakeknya dan seterusnya. Warisan keagamaan ini pun diperkuat dengan lingkungan yang homogen, seperti kita yang tinggal di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam tentulah memiliki lingkungan yang lebih banyak menganut agama Islam ketimbang agama yang lain. Atau di Amerika Serikat yang penduduknya mayoritas beragama Kristen tentulah memiliki lingkungan yang lebih banyak beragama Kristen ketimbang yang lain. Sehingga ajaran-ajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka di sekolah pun jelas-jelas semakin memperkuat kepercayaan yang sudah ada itu. Namun begitu tidak sedikit orang yang mempertanyakan kebenaran agama atau keyakinan yang selama ini mereka anut. Cukup banyak warga AS yang beralih menganut agama Islam setelah merasa tidak puas dengan agama yang mereka anut. Mereka menemukan banyak kejanggalan dan hal-hal yang bertentangan dengan nalar dan rasio mereka di dalam agama yang mereka anut selama ini sehingga mereka mencoba menyelidiki agama-agama lainnya sebagai agama alternatif yang ingin mereka jadikan sebagai keyakinan dan jalan hidup mereka.

Bagaimana pun, tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah orang-orang seperti ini jauh lebih sedikit ketimbang orang-orang yang hanya pasrah (taqlid buta) menerima keyakinan yang telah diperolehnya dari orangtua dan nenek moyang mereka.

“Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk?” (Al-Quran Surah Al-Maidah [5] ayat 104)

Kebanyakan manusia lebih mengandalkan persangkaan ketimbang pengetahuan yang bisa dipertanggung jawabkan. Tidak sedikit orang yang enggan menerima hujjah atau argumen yang secara umum sebenarnya sudah disepakati bersama. Namun dengan cara yang aneh dan ganjil orang-orang tersebut tidak menerima argumen yang diajukan dan tetap bertahan pada persangkaan dan asumsinya semula, sehingga orang-orang seperti ini terjauhkan dari kebenaran, dan menjurus kepada kesombongan bahwa dirinyalah yang paling benar.

“Dan kebanyakan mereka (aktsarahum) tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.” (QS Yunus [10] ayat 36)

2. MENGIKUTI HASRAT HAWA NAFSU DAN BIAS PRIBADI

Kebanyakan manusia juga cenderung bersikukuh dengan pendapat dan keyakinannya hanya lantaran mengikuti hawa nafsu dan bias pribadi saja. Misalnya, jika disodorkan sebuah argumen atau dalil yang jelas dan kuat, maka secara spontan dia langsung menolaknya tanpa mau menyimak apalagi meneliti dalil tersebut karena rasa gengsi atau adanya prasangka buruk terhadap bentuk keyakinan yang disodorkan kepadanya. Padahal, seharusnya ia terus menerus memelihara sikap tidak memihak ketika memikirkan sesuatu, yakni mesti mencoba secara sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran semata-mata dan mengakui bukti-bukti yang otentik. Hal ini juga bisa dicontohkan dengan seorang hakim ketika ia menyelidiki suatu kasus; ia tidak boleh memihak kepada pihak mana pun yang terlibat dalam perselisihan. Jika sedikit saja hakim memiliki bias dan kecondongan pribadi kepada salah satu pihak maka secara tidak sadar mau pun sadar, ia akan tertarik kepada bukti-bukti yang menguatkan pihak yang ia bias kepadanya dan ia menjadi tidak lagi mampu melihat bukti-bukti pihak yang lainnya, dan hal inilah yang membuat keputusan hakim menjadi keliru dan tidak adil. Hawa nafsu telah mempengaruhi pikirannya sehingga ketika ia mengambil keputusan pun pastilah didasarkan oleh selera bukan lagi dengan logika yang jernih. Hawa nafsu yang telah menguasai hati lambat-laun membuat hati menjadi terbutakan. Yang benar menjadi salah, dan yang salah menjadi benar, yang baik menjadi buruk dan yang buruk menjadi baik.


“Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.” (Al-Quran Surah Al-Nisaa [4] ayat 135)

“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka.” (QS Al-Najm [53]:23)

3. PEMUJAAN TERHADAP HERO ATAU IDOLA

Imam Ali as pernah berkata kepada sahabatnya, “Ketahuilah, kebenaran dan kebatilan tidak bisa diketahui dengan menjadikan kekuatan dan pribadi-pribadi individu sebagai tolok ukurnya. Tidak benar apabila mula-mula engkau menakar pribadi-pribadi lalu kemudian menimbang kebenaran dan kebatilan menurut ukuran ini. Tidak! Individu atau pribadi-pribadi tidak boleh dijadikan tolok ukur kebenaran dan kepalsuan. Kebenaran dan kebatilanlah yang menjadi tolok ukur bagi para individu dan pribadi-ribadi!” (Murtadha Muthahhari, Ali Bin Abi Thalib Di hadapan Kawan Dan Lawan, hal. 70-*71)

4. KEBENCIAN ATAUPUN KECINTAAN YANG BERLEBIHAN ATAU FANATIK BUTA Kebencian maupun kecintaan yang berlebihan dapat mengakibatkan

Rasulullah saw bersabda, “Cintamu kepada sesuatu membutakan dan menulikanmu.” (Bihar al-Anwar 77: 164)

Kecintaan atau pun kebencian yang tak berdasar dapat membutakan mata hati kita. Perasaan cinta atau benci yang tidak diimbangi dengan pemikiran yang rasional dapat menimbulkan apa yang disebut fanatik buta!

Di dalam sejarah Islam, kelompok Khawarij termasuk orang-orang seperti ini. Jika Anda yang hanya melihat simbol-simbol seperti: tanda hitam di kening, atau wajah yang terlihat sayu karena banyak shalat malam dan puasa di siang hari, misalnya, Anda pasti akan terkecoh dan kagum terhadap tampilan luar kaum Khawarij. Walaupun secara ritual mereka adalah orang-orang yang tampak shalih, tetapi pola berpikir mereka tidaklah sesuai dengan ajara-ajaran Nabi Saw. Mereka bahkan secara terang-terangan mengkafirkan Imam Ali as dan dengan sadar melakukan pembunuhan terhadap beliau. Cara berpikir mereka sangatlah dangkal, cenderung mengkafirkan semua orang, membunuh dan menteror banyak kaum Muslim pada masa kekhalifahan Imam Ali.

Mereka menganggap hanya pemahaman mereka sajalah yang benar. Seorang Imam Ali as tidak sedikit pun tertipu dan terkecoh dengan tampilan luar mereka yang seolah shalih. Ucapan-ucapan mereka bisa membuktikan bahwa mereka hanyalah orang-orang bodoh yang tidak mengerti sedikit pun, bahkan sesungguhnya fanatisme buta mereka justru menunjukkan keraguan mereka belaka. Imam Ali as menyindir kaum Khawarij yang sedemikian rajin shalat malam saat itu dengan mengatakan, ”Tidur dengan keyakinan itu lebih baik daripada shalat dengan keraguan” (Syarah Nahjul Balaghah Ibn Abil Hadid 18 : 253)

Robertson Davies mengatakan, “Fanaticism is overcompensation for doubt.” – Fanatisme merupakan kompensasi berlebihan karena keraguan.

5. KESOMBONGAN, MERASA SUDAH CUKUP SEMPURNA DAN KETIDAKJUJURAN TERHADAP DIRI SENDIRI Kesombongan dan kebenaran bak minyak dan air, keduanya takkan pernah dapat bersatu selamanya. Orang-orang yang sombong takkan pernah dapat melihat kebenaran walau pun bukti-bukti dan argumen yang dipaparkan sudah tak dapat dipungkiri lagi. Bahkan jika mereka bisa melihat pun, kesombongan merekalah yang menahan mereka untuk menerima kebenaran.

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan

padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya”

(Al-Quran Surah al-Naml [27] : 14)

Itulah yang terjadi pada Fir’aun dan pengikutnya. Mereka mengetahui bahwa apa yang dibawa Musa dan Harun as adalah kebenaran yang nyata. Namun kezaliman dan kesombongan telah membuat mereka enggan menerimanya. Ada perasaan gengsi atau “malu” untuk menerima kebenaran sebagaimana adanya. Mereka khawatir bahwa jika mereka menerima kebenaran tersebut, maka martabat dan harga diri mereka bisa jatuh.

Diriwayatkan bahwa suatu malam, dua pemuka Quraisy: Abu Jahal dan Walid bin Mughirah melakukan tawaf sambil ngobrol membicarakan Muhammad Saw.

Abu Jahal : Demi Tuhan! Muhammad itu seorang jujur dan benar!

Walid : Hei darimana kau tahu!

Abu Jahal : Kita semua tahu, dari masa kanak-kanak sampai

remaja, kita mengenalnya sebagai seorang yang jujur

dan terpercaya. Lantas bagaimana mungkin setelah dia

dewasa dan akalnya sempurna, tiba-tiba dia menjadi

seorang pendusta dan pengkhianat?”

Walid : Lalu kenapa engkau tidak membenarkan dan beriman

kepadanya?

Abu Jahal : Apakah engkau ingin wanita-wanita Quraisy berkata :

Wah Abu Jahal telah tunduk dan menyerah kepada

Muhammad karena takut kalah? Demi Latta dan Uzza,

aku takkan mengikutinya!

Sebagian orang lagi merasa sudah “pintar” atau sudah cukup merasa puas dengan pengetahuan atau informasi yang dimilikinya, sehingga mereka merasa tidak perlu lagi melakukan review atas keyakinan yang mereka anut selama ini. Mereka juga mengabaikan kata hati nurani mereka. Inilah yang kita namakan KETIDAKJUJURAN TERHADAP DIRI SENDIRI. Kesombongan telah mencegah mereka untuk berlaku jujur terhadap diri mereka sendiri.

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup” (QS 96: 6-7)

Wallahualam.

***

waaah.. wajib kudu mesti harus bener-bener hati-hati banget. jangan-jangan aku termasuk orang yg sombong? hiks hiks T.T

Ada seribu alasan bagi kita untuk husnudzon kepada saudara sesama muslim, kita semua umat muslim berkewajiban untuk dakwah, SAMPAIKANLAH WALAU HANYA SATU AYAT. jikalau dalam prosesnya ada kekurangan, ingatkanlah kami dengan cara yang baik dan perkataan yang baik, bukan dengan bersu'udzon terhadap niat dan meremehkan usaha kami. Insya Allah kami terus memperbaiki diri.

keep istiqomah. hamasah! ^^






note : aku lupa sumber referensinya darimana. haduh jadi ndak bisa nyantumin. Yang jelas, kalo tulisan yang ini, bukan aku yang bikin, aku hanya menggabung dan merangkum dari beberapa artikel yang aku baca. Just for share. afwan yaaaaaaaaaaaaaa. semoga bermanfaat :)

Menyucikan Hati

Kesimpulan materi dari mentoring hari Jumat 12 November 2010

Cara menyucikan hati :

1. Muhasabatun nafsi: intropeksi diri, merenung ttg diri kita. Apa saja yg sudah diperbuat, baikkah atau buruk.
2. Perbaiki diri,yaitu bertaubat dan tdk mengulangi kesalahan.
3. Tadabur alquran. Mempelajari quran dan mengamalkan isinya. Orang yg tdk pernah membaca alquran hatinya ibarat rumah yg tak berpenghuni dan sudah mau roboh.
4. Menjaga kelangsungan amal sholeh. Yaitu stiap perbuatan yg disukai Allah. Allah menyukai hambanya yg melakukan amal sholeh secara kontinyu walau kuantitasnya sedikit.
5. Mengisi wkt dgn dzikir. Dzikir lisan, dan dzikir amalih.
6. Bergaul dgn org2 saleh. Sesuai surat Al Kahfi ayat 28.
7. Berbagi kasih dan cinta dgn fakir miskin, anak yatim.
8. Mengingat mati.
9. Menghadiri majelis ilmu. Pupuk hati adl ilmu. Allah akan memberikan ketenangan bagi org-org yg menghadiri majelis ilmu dgn ikhlas.
10. Berdoa kpd Allah. Meminta agar dijauhkan dari hati yg busuk dan diberikan kebeningan hati. Doa yg sering dibaca rasulullah. "Ya muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika. Wahai Yang Membolakbalikkan qalbu, tetapkan hatiku berpegang pada agamaMu."

Ummu Salamah (salah satu istri rasul), bertanya, "Ya Rasul knp sering membacakan doa itu? Rasul menjawab: "Wahai ummu salimah, tdk ada seorang manusiapun kecuali qalbunya berada antara 2 jari Tuhan Yang Maha Rahman. Maka siapa saja yg Dia kehendaki, Dia luruskan dan siapa Dia Kehendaki, Dia biarkan dlm kesesatan. (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Selain do'a di atas, Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa ketika menginap di rumah Rasul SAW, ia pernah mendengar rasul berdoa "Ya Allah jadikanlah di dlm hatiku cahaya, di lidahku cahaya, di pendengaranku cahaya, di penglihatanku cahaya, jadikan di belakangku cahaya, di hadapanku cahaya, dari atasku cahaya, dan dari bawahku cahaya. Ya Allah berikan kpdku cahaya". (HR. Muslim)


Ciri-ciri orang mukmin :

1. Berjalan di muka bumi tidak dgn kesombongan. Kesombongan disini selain berarti menolak kebenaran dan meremehkan orang lain, juga melakukan kerusakan.
2. Malam hari bagaikan rahib, siang bagai singa.
3. Ia membelanjakan sesuatu tdk berlebihan, tp jg tdk pelit. Boros adl sifatnya setan. Membeli semua yg diinginkan, atau makan semua makanan yg diinginkan jg termasuk pemborosan. Secukupnya saja, jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yg melampaui batas.
4. Tdk menyembah Tuhan selain Allah.
5. Dia tdk memberikan persaksian palsu. Ketika melewati org2 yg melakukan hal tdk bermanfaat atau bermaksiat, ia lewati gt saja. Tdk tertarik untuk ikt2an.
6. Mereka adl para juru dakwah. Sampaikanlah walau satu ayat.
7. Mereka adl org yg berbahagia dan beruntung di dunia dan di akhirat. Seorang mukmin tdk berkeluh kesah, mereka sentiasa bersyukur dan bahagia juga tenang hatinya. Karena mereka yakin setiap takdir Allah adalah baik. (ngp)




HAMASAH! 

Syahadatain

Kesimpulan mentoring 3 Desember 2010

Sebenernya mentoring hari ini bahas tiga materi, yang pertama tentang menrima takdir Allah yang dibahas oleh Bahjatul Fitriyah, terus dua materi lagi dibahas sama mentor kita tercinta Kak Ely Nurhayati. Tapi untuk materi yang dibahas Bahja, biar Bahja aja yang ngepost notenya biar lebih lengkap. Nah yang dua matri lagi, saya bikin rangkumannya, bagi yang tadi ngga ikut mentoring, yuukk baca. Bismillah...

Syahadatain
Syahadatain atau dua kalimat syahadat merupakan kalimat yang utama dan pertama yang harus diucapkan dan dipahami apabila seseorang masuk Islam dan bagi seluruh umat Islam pada umumnya. Syahadatain ini mengandung dua pengertian yang mendasar yaitu bahwa tiada Ilah selain Allah dan Muhammad SAW adalah Rasulullah.

Bagi seseorang yang mengucapkan kalimah syahadat ini ada 3 syarat yang diperlukan agar syahadatnya diterima oleh Allah SWT yaitu : satu! mengetahui ma’nanya dengan benar,dua! membenarkan dengan sungguh-sungguh di hati (tashdiq), dan tiga! ikhlas yakni mengerti apa yang dia persaksikan dengan benar.

Allah berfirman di dalam Al Qur’an :
"Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada Ilah kecuali Allah" (QS. Muhammad(47) : 19)

Ma’na Syahadatain jika dipahami dengan benar maka akan mendatangkan dampak yang positif bagi setiap pribadi muslim, yang antara lain dapat diukur dari sikap yang lahir darinya yaitu cinta (mahabbah) dan Ridho. Seorang muslim harus memberikan cintanya yang tertinggi kepada Allah SWT kemudian kepada Rasulullah SAW dan berjihad di jalan Allah SWT. Syahadatain juga merupakan pintu masuk ke dalam islam, juga dasar-dasar perubahan seseorang. kalau udah bersyahadat, mengaku beriman,mengaku islam, yaaa tingkah laku juga harus berubah jadi islami dong :)

Di dalam Al Qur’an Allah berfirman :

"Katakanlah : ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri karugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya’. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq" (QS At Taubah(9) : 24)

Jadi dalam kehidupan seorang muslim cinta pertama dan yang paling utama harus kepada Allah SWT, kamudian kepada Rasulullah SAW dan jihad fi sabilillah di atas segala-galanya. Mencintai anak, isteri, suami, keluarga, perniagaan, dan lain-lain yang bersifat duniawi itu ngga dilarang tetapi diletakkan pada tataran cinta yang kedua, dan cinta kepada segala sesuatu yang bersifat duniawi tidaklah boleh melebihi cintanya kepada Allah, Rasul, dan Jihad fi sabilillah. ngerti? ngertiiiii :D





Materi kedua tentang CINTA.

Kalau ngomongin cinta kayanya ngga ada habisnya ya. Tapi jaman sekarang, kalau ngomongin cinta pasti diidentikkan dengan lawan jenis, ckck. Mempersempit definisi aja! dalam islam, cinta itu universal looohhh. let's check this out!

Tanda-tanda cinta
ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kita mencintai (Allah, Rasul, islam, keluarga, sahabat, pasangan, dll)

1. Banyak mengingatnya. Disadari atau tidak, kita sering kali mengingat yang kita cintai itu. Kalau yang dicintai adalah Allah, ya bagus alhamdulillah. malah memang dianjurkan setiap saat mengingat Allah. Tapi kalau yang dicintai itu manusia, apalagi lawan jenis, terus tiap detik tiap menit, tiap jam hari minggu bulan tahun, tiap waktu habis digunakan untuk mengingatnya, haduuh bahaya! Hati-hati, jangan sampai kita lebih sering mengingat suatu hal lain dibanding mengingat Allah.

2. Kagum, rasa kagum biasanya muncul karena melihat bahwa sesuatu itu punya kelebihan. Kalau permasalahannya adalah lawan jenis, biasanya nih berawal dari kagum, akhirnya mencari tau tentang orang itu. Dan berlanjut, brlanjut, nabrak deh. Tapi harus ingat, kita diwajibkan lebih kagum kepada Allah dan rasul dibanding ke manusia.

3. Ridho, ridho itu hampir sama seperti ikhlas. Menerima apa yang dilakukan atau diminta oleh yang kita cintai itu. Ada sebuah kisah, suatu hari Rasulullah bersama Aisyah pergi memghadiri undangan. Sebelum berangkat, Rasul bilang ke Aisyah agar jangan ngedumel, sekalipun dalam hati. Tapi ternyata saat di tempat tujuan, Aisyah meliat seorang wanita yang berpakaian ngga matching banget, warnanya, coraknya, modelnya. Dan karena melihat itu, Aisyah ngedumel dalam hati. Mungkin kira-kira dumelannya kaya gini kali yah"ish tuh cewe pakain ngga nyambung amat :p" . Eh ngga lama setelah ngedumel, tiba-tiba bibir Aisyah berdarah. Allah memberi teguran terhadapnya karena telah melanggar larangan suaminya. Dan setelah diselidiki lebih jauh, ternyata wanita itu berpakaian ngga matching seperti itu, karena menuruti perintah suaminya. Jadi dia rela brpakaian begitu, demi menuruti perintah suaminya. Kalau ridho ke Allah, jika kita mengaku cinta sama Allah, maka kita juga ridho menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya. Kalo cinta sama Allah ya harus ridho sama takdir, perintah, dan larangan-Nya.

"Barangsiapa mengatakan,’Aku Ridla Allah Rabbku, dan Islam agamaku, dan Muhammad Nabi (Rasul) ku’ wajib baginya masuk surga" (HR. Abu Dawud)

4. Radhiyah, siap berkorban untuk yang dicintainya. Dikisahkan, Suatu hari saat kaum muslimin mau perang, tapi sarana dan prasarana sangat minim. Lalu Abu Bakar menginfaqan semua hartanya untuk perang. Digarisbawahi terus pakai huruf kapital semua, dibold juga, SEMUA HARTANYA. Rasul bertanya, lalu apa yang kau tinggalkan untuk anak dan istrimu? Kata Abu Bakar, "aku meninggalkan Allah bersama mereka." Subhanallah yaaaa, Abu Bakar rela menginfaqan semua hartanya, karena cintanya kepada Allah dan islam sangat sangat besar. Itu baru cinta yang benar!

Ada juga kisah sahabat yang bernama Jabir, ia mau nikah namun miskin, wajah juga biasa-biasa aja, bukan keturunan bangsawan pula. Tapi dia soleh (woh, bukankah itu yang utama :D) Akhirnya, atas izin Allah, dia nikah sama seorang wanita cantik, solehah, dan kaya! Pas malam pertama nih, pas banget mau malam prtama, tiba-tiba ada panggilan jihad, kaum muslimin harus segera berperang. Dan Subahanallah, karena rasa cintanya yang amat besar trhadap Allah dan islam, dia rela ikut jihad, dan meninggalkan istrinya yang super solehah dan cantik itu. Ya karena dia lebih cinta sama Allah. Porsi cinta kita kepada Allah, rasul, islam, itulah harus yang paling besar. Maka pengorbanan kita untuk mereka juga harus besar.

5. Takut, kalau kita cinta nih, pasti kita merasakan takut. Kalau sama manusia, ketika sudah cinta, kita mulai takut kehilangan, takut dia tidak cinta kepada kita, cemas dia akan pergi, dsb. Kalau kita cinta sama Allah, so pasti kita takut sama hukumanNya! maka, jangan coba-coba deh jadi kufur, hii serem.

6. Harap, ketika mencintai, akan timbul harap. Misal brharap orang yang kita cintai juga mencintai kita. Berharap bisa memilikinya, berharap bisa bersamanya. Kalau cinta sama Allah, kita brharap dapat pahal dariNya, berharap mendapat ridhoNya, berharap mendapat cinta dan pertolonganNya.

7. Taat. Samina wa'athona. Kami dengar, maka kami taat. Ngaku cinta sama Allah? Buktiin dong! Taat pada perintahNya, jauhi tuh semua laranganNya. Ada sebuah kisah, Pas dulu pertama turun perintah berjilbab, wanita-wanita di Arab bahkan sampai memakai gorden untuk menutupi kepala mereka. Pakai kain untuk menutupi tubuh mereka, ya namanya juga saat itu belum ada jilbab. Pokoknya karena beneran cinta sama Allah, ketika Allah memerintahkan sesuatu, ya mereka taat! gimana dengan kita? coba tanya pada diri masing-masing.

Yap itulah 7 tanda jika kita mencintai. Mencintai Allah harus sebanyak-banyaknyaaaa. Tapi kalau mencintai manusia, hmm ya sekedarnya aja. Inget hadist ini, Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, karena boleh jadi suatu ketika ia akan menjadi orang yang paling engkau benci. Bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi suatu ketika ia menjadi orang yang paling kamu cintai. (HR Al Bukhari)

Cinta sama lawan jenis boleh-boleh aja, ngga dilarang. Tapi harus dijaga agar tetap di koridor yang disukai Allah. Kalau belum siap nikah dan tiba-tiba jatuh cinta, yaaa simpen aja dulu dalam hati, persiapkan diri, dan tunggu sampai waktu yang halal itu datang. Cinta itu bukan benih dari erpnikahan, tapi buah dari pernikahan.yang paling harus diingat bahwa jangan mencintai sesuatupun melebihi cinta kepada Allah.

Adapun orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah" (QS. Al Baqarah(2) : 165)


Yuk meningkatkan cinta kita kepada Allah dan saling mencintai karena ALLAH :)
hamasah !



~Andini Nova

Ma'rifatullah (Mengenal Allah)

Samina wa atho'na. Kami dengar maka kami kerjakan.


Mengenal Allah, lalu mencintai

Ma'rifat yaitu memahami sesuatu dengan memikirkan dan merenungkan terhadap pengaruhnya.Ilmu yg harus dilaksanakan, meliputi ilmu dan amal secara total. Menyangkut aktivitas hati (mahabbatullah, tangga menuju cinta Allah)

Kenapa butuh ma'rifat?
1. Dapat mnyadari makna dari ibadah yang dilakukan.
2. Mendapat ketenangan, kebahagiaan, dan ketentraman. Menyadari dan yakin bahwa segala takdir Allah baik. Khuluman Khadarallahu bi khoir.
3. Mendapat berbagai kemuliaan. Orang yang tidak mengenal ALLAH adalah hina. Katanya islam, masa ndak kenal sama Tuhannya sendiri -,-
4. Mendapat keberkahan dunia akhirat.
5. Mendapat keridhoan Allah, sebagai puncak kebahagiaan seorang hamba.

Karakteristik jalan menuju ma'rifatullah
Syaikh ibnu 'athoillah. (ulama, hampir sejaman dengan hanafi, hambali) pernah berkata,
"Adakalanya Allah memberimu kesenangan dunia tanpa tidak memberimu taufik dan pemahaman. Kadangkala Allah tidak memberimu kesenangan dunia tapi memberimu taufik dan pemahaman. Jika Allah menyibakkan kepadamu pintu untuk memahami penahanan pemberian, maka penahanan pemberian itu akan berubah menjadi pemberian itu."

"Dan Ia Maha Berkuasa hamba-hamba-Nya." (Qs Al an'am 18)

Bagamana jalan menuju ma'rifatullah?
1. Melihat tanda-tanda kekuasan Allah. (ayat kauniyah : ayat dari alam, yang ada di alam yang menjelaskan kekuasaan Allah) . Hmm bahasa yang populer tadabur alam ^^

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan lanjut dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.”
(QS Ali Imran :190-191)
2. Merenungi dan mentadaburi ayat-ayat qauliyah (qur'aniyah).
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (qs aN-nISA:82)

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"(QS Al-Fushshilat: 53)

Mencintai Allah melalui cara-Nya memperkenalkan diri-Nya.

a. Cobaan yang membangkitkan jiwa dan menyadarkan hati.
b. Cintailah kedekatanmu pada-Nya.
c. Cahaya mukmin yang mematikan nyala api neraka. Dengan mengenal Allah insya Allah mendapat cahaya mukmin yang mematahkan api neraka.
d. Tanda cinta adalah ridho kita kepada takdir Allah, Allah kepada kita.

Mari mengenal Allah, lalu mencintai-Nya :)






note : jika ada kesalahan, mohon dikoreksi. maklum, hasil nyatet di notes hp dengan ingatan saya yang pas-pasan, hehe.


~Andini Nova

Mensyukuri Nikmat itu Nikmat!

Hari itu, Sabtu 25 Desember 2010, saya diajak Ibu mengunjungi rumah salah seorang teman lamanya di kawasan Rawamangun. Teman lama ibu saya itu mengadakan acara syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan putri sulungnya -sebut saja Mawar- meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Diponegoro. Selamat yaaa kakak :)

Acara syukuran dibuka dengan sambutan empunya rumah, dan langsung dilanjutkan dengan siraman rohani dari Ustadz yang menurut informasi bernama Faisal Muhammad Ali. Karena acara ini adalah acara syukuran, maka tema yang disampaikan pun menyangkut "syukur". Selama mendengarkan ceramah itu, saya sempatkan mengetik poin-poin yang disampaikan di aplikasi notes handphone saya. Well, inilah kira-kira informasi yang berhasil saya rangkum..

Sebelum membahas tentang hakikat syukur, ada baiknya kita mengetahui makna nikmat itu sendiri. Quraish Shihab dalam bukunya yang saya lupa judulnya apa (haduhh ngga sempet kecatet), mengemukakan bahwa nikmat adalah kelebihan atau kemampuan yang dimiliki manusia dari modal awalnya semenjak ia lahir. Bingung? nah mari kita langsung saja ke contoh..

Seorang bayi yang baru lahir, membawa anggota tubuhnya lengkap, tangan kaki panca indera dll. Kita ambil contoh kaki. Saat baru lahir, kaki kita belum bisa kita pergunakan untuk berjalan atau berlari bahkan untuk berdiri pun belum sanggup. Nah, seiring berjalannya waktu, akhirnya lambat laun kita pun mampu berjalan bahkan berlari secepat angin (wow!). Kemampuan berjalan itulah yang disebut nikmat. Itu hanyalah satu dari contoh nikmat. Masih banyak nikmat-nikmat dari Allah yang sampai akhir hayatpun kita tak akan mampu menghitungnya.

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An Nahl: 18).


Kata syukur adalah kata yang berasal dari bahasa Arab. Kata ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai : (1) rasa terima kasih kepada Allah, dan (2) untunglah (menyatakan lega, senang, dan sebagainya). Hakikat syukur adalah "menampakkan nikmat," dan hakikat kekufuran adalah menyembunyikannya. Menampakkan nikmat antara lain berarti menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya, juga menyebut-nyebut nikmat dan pemberinya dengan lidah:

Adapun terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebut (QS Adh-Dhuha 11)


Selama ini sikap kita gimana saat mendapat nikmat? Bersyukurkah? atau malah kufur?

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab : "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia." (QS An Naml : 40)

Ada TIGA aspek yang harus dicapai baru seseorang bisa disebut bersyukur,

1) Aspek Hati, menyikapi segala nikmat yang diberikan Allah dengan hati yang ridho dan puas. Menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut. Jika terus mengikuti kemauan, maka tidak akan pernah cukup.

Lihatlah orang yang (keadaannya) di bawah kamu, jangan melihat orang yang di atas kamu, karena yang demikian, lebih patut (menyebabkan) bahwa kamu tidak menganggap ringan nikmat Allah kepada kamu. (Muttafaqi'alaih)

2) Aspek Lisan : dari lisan orang yang bersyukur yang berhati bersih akan keluar ucapan-ucapan yang mengakui nikmat Allah. Alhamdulillahirabbil 'alamin (kepada Allah), dan syukron (kepada manusia). Jangan berat juga untuk menambahkan kalimat jazakallah khoiron katsiron (semoga Allah membalasmu dengan banyak kebaikan) kepada orang yang telah berbaik hati kepada kita, karena mereka adalah perantara penyampai nikmat Allah.

Tidak keluar dari lidah orang yang bersyukur, keluh dan kesah. Sesuai dengan satu dari sifat orang mukmin, yaitu mukmin adalah mereka yang berbahagia di dunia dan di akhirat. Seorang mukmin tidak berkeluh kesah, mereka sentiasa bersyukur dan bahagia juga tenang hatinya. Karena mereka yakin Kuluman Khadarallahu Khoir (segala takdir Allah baik)

3) Aspek perbuatan, yaitu memanfaatkan nikmat di jalan yang diridhoi Allah. Misal dapat nikmat harta yang cukup, bersedeqah dan beramal, jangan lupa keluarkan zakat, pergunakan harta sebaik-baiknya, bukan untuk maksiat atau foya-foya. Berikhtiarlah lebih giat lagi! Mbo ya jangan males gitu loh dalam mencari rezeki yang halal. Lalu berbagilah kepada sesama. Jika kamu bersyukur dengan berbuat baik kepada orang lain, maka Allah akan menggerakkan hati orang lain untuk mengasihi dan berbuat baik kepadamu (juga).


“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim : 7)


Yap, kira-kira itulah yang berhasil saya rangkum dari ceramah singkat namun sarat makna di sore hari yang cerah itu. Semoga bermanfaat. hamasah selalu kawan-kawan ! ^^





~Andini Nova

First Day!

Heyyyy, ini hari pertama.
Hmmmmmm, belum terasa ada yang berbeda..
Hehehehe iyalah baru sehari gitu loh.
Ngga tau deh kalau seminggu, sebulan, dan setahun.
Ya sudah, begini lebih baik kan?
Nanti juga terbiasa.
Kan mesti sabar?
Jadi simpan saja dulu.
Perjalanan masih sangat panjang.
Semoga selalu dalam lindungan-Nya ya.
Senyuuummmmm dulu dong :))
Hamasah!!!





~Andini Nova
dan kembali ke rutinitas sehari-hari...

Minggu, 16 Januari 2011

The Last but Not The Least

Belakangan aku sering berpikir.
Tentang semua hal yang kulalui.
Dan ruas-ruas kenangan yang telah terjadi.
Di hidupku.

Ingatanku penuh dengan memori akan reka ulang tiap peristiwa
Dimana aku tertawa dan menertawakan diri sendiri.
Dimana aku menangis dan ditangisi.
Dan tentu saja, dimana aku...mulai mencintai.

Jalan setapak masih sangat lengang.
Genangan air yang terinjak para pedestrian.
Di kasur aku bergulingan kesana-kemari.
Jangan coba bertanya maksud dari ketidajelasan sikapku selama ini.
Apalagi tentang arti sebongkah rasa yang kurasakan sekarang.
Kupastikan aku tak akan bisa memberi jawaban.
Ini rasa apa? Strawberry atau coklat?
Entahlah.
Yang jelas rasa ini membuat pikiranku berwarna dengan tarian dan musikmu yang menggema.

Untuk semua mengapa yang tak pernah butuh karena.
Setiap kemungkinan pasti memunculkan permisalan.
Benar sekali.
Dan permisalan yang kuinginkan adalah,
"Misalnya saja kita bersama nanti..."
Baiklah, ini memang terlihat seperti harapan.
Sah-sah saja kan?

Aku bisa saja membodohi diriku, tapi tidak hatiku.
Tapi ingatlah bahwa diam bukan berarti bodoh.
Ada saatnya kamu terlihat pintar bahkan ketika kamu tidak bicara sepatah katapun.
Dan kita memilih untuk diam.
Karena aku mengerti, kamu mengerti...
Bahwa kita adalah nelayan penebar jala, sekaligus ikan, yang meronta di dalamnya.

Pertanyaannya, mungkinkah sesuatu yang tidak pernah dimulai, dapat diakhiri?
Tenanglah...
Aku tidak ingin kamu berhenti.
Pun dengan aku.
Kita hanya mem-pause- film ini.
Coba lihat baik-baik,
Kursi taman masih tetap diam.
Matahari tetap terbit dari timur.
Air laut setia dengan asin
Dan di dalam tulisanku yang anggap saja sebuah surat dalam amplop ini,
Tulisan yang mungkin saja terakhir untukmu, tapi bukan yang paling akhir.
Aku tidak ingin kamu tahu, "Aku menunggumu.."
Hanya itu? hanya itukah?
Sudahlah, hanya itu yang kamu ketahui di bumi ini.
Dan hanya itu yang perlu kamu tahu.
Bukankah selalu ada rahasia di balik rahasia?

Sekarang, biarkan kita melalang buana...
Pergilah, temukan jalan kita masing-masing.
Dan jika Ia menakdirkan mengabulkan permisalanku, misalnya.
Ketika tiba saatnya, datanglah, ke sisiku.
Dan kita putar film tadi dengan DVD-Nya :)


16 Januari 2011
~Andini Nova

Ma'rifatul Dinul islam

Kesimpulan materi liqo 14 Januari 2011 "Ma'rifatul Dinul islam (Mengenal agama islam)"

Materi ini disampaikan oleh kakak mentorku yang cantik jelita, Kak Ely Nurhayati. Berikut aku buat ringkasannya...

Mungkin selama ini, yang kita ketahui adalah kata "Din" memiliki arti agama. Namun ternyata, Din tidak hanya berarti itu. Din juga berarti "memaksa", yaitu memaksa untuk tunduk atau patuh. Din juga bisa diartikan sebagai undang-undang atau peraturan yang harus dipatuhi. Yang terakhir, Din bisa juga berarti balasan, dimana tiap tindakan pasti ada balasannya baik atau buruk.

Kalau ditanya, apa itu islam, apa jawabanmu? Mungkin akan muncul beragam jawaban, yang mudah-mudahan inti dan maksudnya tetap satu, "Islam adalah agama yang benar". Loh? Mengapa hanya benar? Mengapa tidak paling benar? Hmm, begini teman-teman. Ketika kita mengatakan bahwa agama islam adalah agama yang benar, maka secara otomatis, agama selain islam adalah salah. Namun, jika kita mengatakan bahwa agama islam adalah agama yang paling benar, maka secara tidak langsung kita menganggap bahwa agama lain adalah agama yang kurang benar, cukup benar, atau benar, hanya saja islam yang paling benar. Yakaaan? Nah, padahal Allah sudah mengatakan di Al-Qur'an, bahwa hanya islamlah agama yang benar.



Dan.. Ternyata kata islam juga memiliki banyak arti loh. Diantaranya adalah :

Islam yang berasal dari kata aslama, artinya menundukkan diri dan wajah dari Allah. Kenapa? Karena kita hanyalah makhluk ciptaan-Nya yang hina dan lemah, sudah sepatutnya bersujud dan menyembah-Nya sebagai wujud rasa syukur kita atas segala nikmat yang telah diberikan.


Islam dari kata asalnya Istislamah berarti menyerahkan diri. Maksudnya, kita berserah diri pada Pencipta kita yaitu Allah SWT.

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS Al Baqarah: 83)


Sedangkan dari kata salimun, islam diartikan sebagai sesuatu yang bersih dan suci
"kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih" (QS Asy-syu'araa: 89)

Islam dari kata Salamun bermakna selamat atau sejahtera. Siapapun yang memeluk islam dengan seutuhnya, insya Allah ia akan selamat sejahtera, karena islam membawa keduanya.
"Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-An'am: 54)

Salaamun 'alikum artinya mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu.

Dan dari kata Salmun, islam mempunyai arti perdamaian. Islam membawa kedamaian. Proses penyebarannya pun dengan cara damai.

Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu. (QS Muhammad: 35)

Islam adalah wahyu ilahi. Manhaj, sistem, atau aturan hidup yang menyeluruh dan lengkap. Islam adalah agama para nabi dan rasul.
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut [826] itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya [827]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul) (QS An nahl: 36)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu." (QS Al Maidah 116-117)

Islam adalah pedoman hidup. Semua hal sudah diatur dalam islam. Tidak hanya ritual ibadah. Islam itu bersifat kaffah, artinya kita sebagai muslim tidak bisa memilah mana yang urusan dunia dan mana yang akhirat, mana yang perihal ibadah dan mana yang bukan. Seorang muslim harus selalu bertindak sesuai syariat islam, apapun urusannya.

Al-Qur'an merupakan kitab suci agama islam. Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini” (QS Al- Jaatsiyah: 20)

Al-Qur’an adalah kitab suci sebagai Kalam Ilahi yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu rahmat yang tiada taranya bagi alam semesta. Di dalamnya terkumpul Wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk, pedoman dan pelajaran bagi yang meyakini, mempelajari dan mengamalkannya. Al-Qur’an bak lautan yang luas, tenang, jernih dan suci. Kedalaman makna kandungannya hanya dapat dimengerti dan dipahami oleh mereka yang berhati suci pula.

Al-Qur’an adalah sumber hidayah, bagaikan serat yang membentuk tenunan kehidupan orang mukmin, dan ayat-ayatnya bagaikan benang yang menjadi rajutan jiwanya. Al-Qur’an adalah ruh yang memberikan kehidupan hakiki bagi mereka yang berpedoman kepadanya. Al-Qur’an adalah syifa’, obat penawar segala macam penyakit rohani manusia. Al-Qur’an adalah Nuur, yang memberi cahaya bagi mereka yang berkelana di padang pasir kegalauan, meraba-raba dalam kegelapan. Al-Qur’an adalah Al-Huda, petunjuk jalan menuju Hidayah Allah, jalan yang lurus dan terang menderang bagi yang mengarungi samudera Ma’rifah menuju hakekat Uluhiyah dan Rububiyah. Dan Al-Qur’an adalah rahmat dan nikmat bagi hamba-hamba Allah yang bertualang mencari kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Islam adalah agama yang sempurna.“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi islam sebagai agama bagimu.”
(QS Al Maidah: 3)

Jika sudah berislam, ya sudah semua perangkat harus islami. Jangan dicampur-campur dengan pemikiran lain. Islam adalah undang-undang Allah.

Islam adalah jalan yang lurus. Maka janganlah kamu mengikuti agama-agama dan kepercayaan yang lain dari Islam Dalam suatu riwayat dikisahkan, suatu hari Rasulullah SAW sedang berjalan di atas pasir, tiap langkah membentuk garis lurus, beliau berkata "ini adalah jalan Allah." Lalu ia menggambar garis-garis cabang, dan berkata "ini adalah jalan setan."

"dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) [521], karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." (QS Al-An'am :153)


Yang terakhir, islam berarti keselamatan dunia akhirat, bagi para pemeluknya yang taat. "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik [839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS An-Nahl 97)
Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

Well, beruntung banget ya kita? Kita memeluk agama sesempurna itu. Yang diciptakan Allah dengan sebegitu lengkap dan detail. Tugas kita sekarang adalah, memeluk islam sepenuh hati dan menjadi muslim yang seutuhnya. Mari selalu ingat akan ikrar kita pada Allah, Lailahailallah Muhammadarrasulullah. Semoga tetap istiqomah. hamasah! ^^

Sumber referensi : http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:VUXmp8rp1TgJ:alhijroh.net/aqidah/kesempurnaan-islam/+sesungguhnya+telah+kusempurnakan+islam+sebagai+agamamu&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id

Rumah Tangga yang Diberkahi Allah

Ini adalah Kesimpulan materi liqo 11 januari 2011. Materi ini disampaikan oleh saudariku Vifa Fitriani, berikut aku buat ringkasannya.. check this out ^^

Rumah tangga yang diberkahi Allah.

Rumah tangga atau keluarga adalah kelompok terkecil dari kehidupan. Jika keluarga baik, maka akan terbentuk masyarakat yang baik. Dan dari masyarakat yang baik akan terbentuk negara yang baik.

Ciri-ciri rumah tangga yang diridhoi Allah :
1. Rumah tangga yang anggotanya banyak memahami tentang agama islam. Mereka adalah keluarga yang berislam secara kaffah, mereka adalah para mukmin yang sentiasa istiqomah di jalan Allah. Misal, suami yang mencari nafkah dengan cara halal, istri yang patuh pada suami, dan anak-anak yang soleh.

Rabbana Hablana Min Azwaajinaa, Wadzurriyyatinnaa Qurrata a'yunin, Waj'alna Lil Mutqiina Imaaman, (YaaTuhan kami, anugrahkanlan kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa)(QS Al Furqon :74)

2. Rumah tangga yang anggota keluarganya saling menghormati dan menghargai. Misalnya saja dalam permasalahan panggilan, cara bicara, dan sikap sehari-hari.

Setelah menikah seorang lelaki akan menjadi suami yang menjadi pemimpin dalam keluarga. Sedangkan sang wanita akan menjadi seorang istri. Keduanya tidak dapat bersikap semaunya lagi karena sudah ada ikatan. Masing-masing memiliki peran yang saling melengkapi suatu sama lain bukan saling menyaingi. Seperti bahan bangunan yang saling melengkapi satu sama lain hingga tersusun rapi menjadi sebuah bangunan yang kokoh. Jika suami istri tidak tahu posisi dan kewajibannya maka keluarga yang dibina akan hancur, seperti bangunan yang tidak tersusun rapi hingga lama-lama bangunan tersebut akan runtuh. Anggota keluarga harus saling menyayangi, jangan merendahkan satu sama lain. Orang tua juga harus mendidik anaknya dengan cara yang islami, jangan memakai kekerasan atau bentakan.

3. Allah memberikan rizki pada tiap keluarga, terutama pada keluarga yang pandai bersyukur dan merasa cukup. Tidak berkeluh kesah dan menggerutu, sekecil apapun nikmat yang mereka dapat. Mereka percaya bahwa Allah akan menambahkan nikmat pada hamba-Nya yang pandai bersyukur dan merasa cukup.

Keluarga yang bersyukur juga bisa ditunjukkan jika memiliki anak yang manis, sehat dan pintar tidak menimbulkan perasaan ujub (sombong). Sebaliknya kalau ditakdirkan dikaruniai anak yang tidak sempurna (cacat) maka harus percaya itu bukanlah sebuah musibah. Meski anak tidak sempurna, misalnya cacat pada tangan, kakinya, tidak dapat mendengar, atau berbicara, janganlah disia-siakan. Siapa tahu anak inilah yang akan mengangkat derajat orang tuanya di mata Allah SWT. Ini terjadi kalau sebagai orang tua kita Ridha menerimanya, tetap menjaga, merawat, mendidik, dan tetap memuliakannya sama dengan anak kita yang lain.

4. Allah memberkahi keluarga yang sederhana pada kehidupan sehari-harinya. Tidak menghamburkan uang, tidak menyiakan nikmat. Harus paham dan memilah mana sesuatu yang penting mana yang kurang penting dan mana yang tidak penting.

5. Rumah tangga yang anggotanya selalu mengintropeksi diri. Bila ada konflik dalam keluarga, jangan langsung menyalahkan pihak lain. Tapi intropeksi diri dulu, apa yang salah dari kita, mungkin sikap kita kurang baik, entah egois atau manja, atau kurang respect terhadap anggota yang lain. Jangan gengsi untuk meminta maaf pada anggota keluarga.

Bilamana sebuah keluarga tidak atau belum memenuhi lima ciri tersebut, maka belum diridhoi Allah, wallahu Alam. Tugas kita adalah mengusahakan tercapainya lima ciri tersebut.

Dengan tambahan referensi : http://www.bloggaul.com/eddy78/

Sibghotullah Wa Intilab (sibghotullah dan perubahan)

"dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah Kami menyembah."(QS Al Baqarah : 138).

Sibghotullah berarti celupan Allah. Celupan Allah yang berarti iman kepada Allah yang tidak disertai dengan kemusyrikan.

Ketika seseorang mengaku dirinya muslim, maka yang harus dilakukan adalah mencelupkan dirinya ke islam secara penuh dan melakukan perubahan total. Setiap muslim harus tersibghoh (tercelup) dengan celupan Allah dari ujung kaki sampai ujung rambut termasuk yang ada di dalam hati, fikiran, perasaan, tutur kata, tingkah laku dan semua yang keluar dari seorang Muslim.

Karena islam bersifat kaffah, (kaffah: seluruh atau menyeluruh), maka jika kita berislam, tidak hanya luarnya saja, tidak islam ktp, atau terlihat islam hanya saat melakukan ritual ibadah. Tapi kita berislam sampai ke dalam. Menyeluruh ke semua sendi kehidupan.

Kapas yang dicelupkan ke tinta berwarna merah, maka seluruh bagian dari kapas itu akan menjadi merah. Begitulah islam, ketika kita berislam, maka seluruh dari diri dan hidup kita harus berislam juga. Jangan menjadi kapur, karena kapur ketika dicelupkan ke tinta, hanya luarnya saja yang berubah warna. Namun ketika kita patahkan kapur itu, lihatlah bahwa ternyata dalamnya masih tetap berwarna putih. Itulah perumpamaan bagi mereka yang berislam hanya di luarnya saja, setengah-setengah, tidak total.

Setidaknya ada empat aspek yang harus ikut berubah ketika kita berislam secara menyeluruh, yaitu

1. Cara berpikir. Ketika berislam, cara pikir kita tentu harus islami. Contoh ketika berniat ingin cari nafkah, pasti memilih jalan yang halal dan tidak berpikir untuk menempuh jalur yang dilarang Allah. Berpikir bahwa menikah adalah ibadah yang makin disegerakan makin baik, bukan malah menjalani pacaran yang diharamkan dalam islam.

2. Selera.
Ketika sudah islam, kita juga tersibghoh, tidak ada lagi sikap-sikap jahiliyah.
Misal ditanya "Siapa tokoh idolamu? Kita tidak lagi menjawab dengn menyebutkan nama artis-artis dunia, pemain bola, atau para filsuf liberal. Tapi yang harus kita idolakan adalah Rasulullah SAW dan tokoh-tokoh pejuang islam, misal Al Fatih yang merupakan penakluk konstantinopel.

3. Keyakinan, tidak goyah lagi. Hati dan sikapnya sejalan dengan islam dan tidak berubah-ubah.

4. Kecenderungan. Ketika sudah islam kita lebih cenderung pilih kemana saat ingin memakai jasa perbankan, ke bank syariah apa ke konvensional yang sarat riba. Ditanya tentang palestina, jawabnya peduli atau malah masa bodoh.


Celupan Allah mewarnai dalam hati sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Celupan Allah mewarnai dalam amal sehingga melahirkan amal yang shalih. Celupan Allah mewarnai dalam tujuan (ghoyyah) hidup sehingga melahirkan tujuan semata-mata menggapai Ridho Allah (Mardhotillah). Ketika seorang Muslim mampu menjaga hati-amal dan tujuan hidupnya semuanya “Allah Oriented”, maka sesungguhnya dia telah meraih Sibghotullah.
Yuk, terus mencoba menjadi muslim seutuhnya dan meraih Sibghotullah. Jangan hanya menjadi islam KTP yang diluar terlihat soleh di dalam ternyata rombeng. Ingat-ingat ISLAM ITU KAFFAH. Semuanya harus islami teman-teman. Keep istiqomah, saling mengingatkan yaaaa ^^