Selasa, 23 November 2010

satu tahun!

23 November.

Hari ini setahun yang lalu, ketika kuputuskan untuk melepas semua pakaian jahiliyah itu.

Hari ini setahun yang lalu, ketika hati mantap memilih untuk memakaimu.

satu tahun yang amat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dalam hidupku.

satu tahun yang membuatku lebih mengerti akan banyak hal.

satu tahun yang penuh pelajaran, hikmah, dan berkah.

Semoga tetap istiqomah menjaga jilbab ini.

Terima kasih Ya Allah, atas semua pencerahan.

Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah Azza Wa Jalla, maka Allah akan menggantikan baginya yang lebih baik dari perkara tersebut " (Musnad Ahmad: 3/363, Al-Haitsami berkata di dalam kitab Mujma'uz Zawa'id 10/296)


~Andini Nova

Minggu, 07 November 2010

Mimpi yang Aneh!


Tadi aku bermimpi, menurutku itu mimpi aneh. Aneh bangeeetttt. Ih, pokoknya aneh deh. Beneran aneh. Yeee ngga percaya! Dibilang aneh juga! Ckckckk ahahha (apa sih? -,-a). Jadi begini ceritanya, jeng jeng jeng…

Di dalam mimpi itu, aku sedang pergi ke sebuah mall, hmm tapi seperti pameran buku gitu, karena di tempat itu banyak sekali stand buku. Anehnya, saat itu aku tidak memakai kerudung. Aku ingat sekali, di mimpi itu aku berfikir, ah sehari doang ini lepas kerudung, lagipula aku pergi bersama keluargaku dan naik mobil pribadi pula. (padahal di dunia nyata boro-boro punya mobil hihi). Di mimpi itu aku memakai celana pendek hampir menyentuh lutut, dan t-shirt (tapi lupa warna apa, kayanya celananya abu-abu deh), aku juga membiarkan rambut panjangku terurai.

Saat sedang melihat-lihat buku, aku seorang diri. Tak tau juga kemana anggota keluargaku yang lain. Tiba-tiba ada yang menghampiriku, seorang lelaki. Ia berkata gini “Eh Nov, noh gara-gara lu tuh si Anti jadi begitu”.

Aku yang tak paham maksud ucapannya, segera mengikuti langkahnya. Kami berdua tiba di sebuah stand buku dimana kasirnya itu seorang perempuan dan wajahnyaaaa… wajah tetanggaku (umurnya sebaya denganku, teman main waktu kecil, sampai sekarang juga masih suka ketemu sih). Tapi ada yang berbeda, apa yaaa…. Oh My God! Dia berkerudung! Warna kerudungnya oranye atau merah agak-agak lupa juga, padahal di dunia nyata sampai sekarang ia memang belum berkerudung. Lalu aku menghampirinya. Di situ ada beberapa orang yang aku tidak kenal.

Lalu aku berkata “Lo pakai kerudung?”

“Iya, An”, jawabnya singkat sambil tersenyum. (keluarga dan teman rumahku memanggilku Andini)

“Sejak kapan? Kok bisa?”, tanyaku dengan rasa penuh penasaran.

“Belum lama sih, karena liat lu pakai kerudung, jadi termotivasi gitu, hehe”

Aku cuma bisa melongo. Pokoknya saat itu perasaanku ngga enak banget.

Lalu dia balik bertanya kepadaku,
“Kok lu ngga pakai kerudung, An?”

Ya ampuuunn, malu bukan main aku ditanya kayak gitu. Aku menjawab sekenanya, “Yah biasalah, fluktuasi iman, iman gue lagi turun nih, hehe”. Jawabku mencoba sesantai mungkin untuk menutupi malu. Lalu aku mendengar bisik-bisik dari teman-temannya, “Padahal karena dia si Anti pakai kerudung, eh sekarang dia lepas kerudung”. Aku langsung saja pergi dari situ. Lari dari kenyataan….

Begitulah ceritanya... Eiitttsssss! mimpiku belum selesai, itu baru session pertama (panjang juga yaaa, kaya cinta fitri aja hahhaa). Tapi serius, ini beneran mimpiku tadi, nih aja baru bangun, solat subuh langsung ngetik di komputer. Kalau nanti-nanti ngetiknya, takut keburu lupa (maklum, aku pengidap PIKUN haha). Kata pikunnya ngga usah pake huruf kapital gitu kalee dibold pula! (padahal hasil ketikan sendiri , ngomel-ng omel sendiri, ckck ya sudahlah).

Setelah kejadian tadi yang sangat berhasil membuatku malu itu, setting di mimpiku tiba-tiba langsung berubah. Tapi aku masih tetap tidak memakai kerudung. Pakaiannya masih sama kaya yang kupakai di pameran buku tadi. Sepertinya saat itu, waktu sudah menjelang sore karena sinar matahari tidak terlihat. Entahlah, mungkin juga karena pengaruh hujan, ya di mimpi itu hujan sedang turun. Seingatku, saat itu aku sedang di sebuah tempat seperti koridor sekolah dan aku sedang duduk-duduk melihat teman-temanku yang asyik bermain kartu uno (kalau ngga salah nih yaaa), kalau ngeliat dari permainannya sih, berarti mereka teman-teman kampusku, karena saat ini memang teman sekelas di kampus lagi pada keranjingan main uno, ckck.

Back to the story, entah karena kebelet atau apa, aku tiba-tiba pamit ke mereka “Eh bentar ya gue kesana dulu” (entahlah kesana mana). Yang jelas setelah pamit aku berjalan pelan menuju suatu tempat yang aku pun tak tahu mau kemana. Aku melewati beberapa kerumunan orang yang juga sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Agak aneh deh pokoknya, entah setting di mimpi itu kampus atau sekolah. Bener-bener ngga jelas! Saat tengah berjalan, diiringi tetesan hujan, tiba-tiba terdengar suara ribut dan “DOR DOR DOR!!!”. Aku langsung saja tersentak kaget. Ada apaan nih, pikirku. Dan saat aku menoleh ke kanan….. terlihat sebuah tempat seperti lapangan parkir dan disitu banyak polisi! Polisi yang sedang menembakkan pistolnya dengan liar. Ke arahku, ke arah orang-orang tadi, pokoknya ke semua arah deh! Astaghfirrullahal’adzim.. kontan aku dan orang-orang tadi langsung lari terbirit-birit menyelamatkan diri. Pas adegan ini nih, persis banget kaya adegan di film The Matrix, jadi pas aku menghindari peluru yang ditembakkan polisi, gayaku lompat kesana lompat kesini, menghindar ke kanan dan ke kiri, dengan effect slow motion… hahahha serius ini serius emang kaya gitu kejadiannya di mimpi tadi. (tanpa rekayasa!). Ada beberapa dari orang-orang tadi yang terkena tembakan.. kayanya tewas seketika deh, ada juga yang merintih kesakitan , berdarah-darah. Haduuuhhh pokoknya suasananya genting, horror, menyeramkan, mengerikan!!! Udah gitu hujan makin lebat aja, becek, disambut suata petir yang bersahutan, bikin suasana makin horror aja!

Aku teringat dengan teman-temanku yang sedang main uno tadi, ya ampun! Gimana kabar mereka yaa, langsung saja aku berteriak “Woii ada polisi woii ada polisiiiiii!!!” ngga tau deh suaraku itu bakal kedengeran sama mereka atau ngga, yang penting teriak ajalah. “Woi kabuur woi kabuuurrrr”. Setelah berteriak, aku langsung lari lagi, sambil terus menghindari peluru dari tembakan polisi itu, dalam hati aku berdoa “Ya Allah, jangan sampai kena kek, Ya Allah lindungi aku Ya Allah”.

Lalu aku melewati sebuah lapangan dimana disitu banyak anak-anak yang sedang bermain.. main apa ya tadi? Kayanya bulu tangkis atau ngga voli deh agak ngga jelas juga mereka lagi pada ngapain. Pokoknya tuh lapangan. Yang jelas bukan lapangan bola, karena ngga ada rumputnya. Padahal lagi ujan, malah main di lapangan, ckck. (sempet-sempetnya ngomel). Saat aku melewati mereka, aku berteriak lagi “Polisi woooiiii polisiiiiii, kabuuurrrrr!!!”. Langsung saja bocah-bocah itu lari bersamaku. (Sebenernya ini setting ceritanya dimana sih, ada anak kecil segala, ampun deh). Di belakang kami para polisi terus mengejar dan menembakkan pistolnya makin sembarangan. Aku ingat, setelah beberapa saat berlari, aku dihadapkan pada dua pilihan yaitu belok ke kanan ke sebuah koridor gitu, atau ke kiri ke sebuah pintu kecil dimana pintu itu mengarah ke perkampungan warga. Kulihat anak-anak tadi lari kesana, kupikir, “Ah kayanya lebih aman kalau aku lari ke kampong, bisa sembunyi di rumah warga”.

Akhirnya kuputuskan untuk ambil arah kiri, baru aja melewati pintu kecil itu, dan membelokkan langkah ke kanan, ternyataaaaaaaa…. Sudah ada beberapa polisi disana! Gaswat! Terlihat beberapa orang yang sedang duduk di bawah (aspal) dan polisi sedang mengintrogasi mereka. Haduhhh, apes banget, malah ketangkep. Tapi aku tuh juga bingung emang kita-kita ini pada salah apa sih sampe dikejar-kejar kaya anak kambing, pake ditembak pistol pula. Sadis abis! Aku melangkah gontai ke arah polisi yang sudah memanggil-manggilku itu.

Aku takuuuuuutttt bangeeeettt. Ya Allah aku belum mau mati hikshiks, aku belum nikah nih, belum punya suami yang soleh, belum punya anak-anak yang lucu-lucu, belum bahagiain mama, belum.... (kalau kata-kata yang ini cuma tambahan aja yaaa, ahhahah :p). tapi lagi-lagi aneh, aku disuruh polisi itu masuk ke sebuah kelas, (kelasnya berada tepat di samping aku berdiri sekarang).

Lalu masuklah aku ke kelas itu. Ketika masuk, (masih di pintu nih), ada seorang lelaki berkata “Teroris Nov teroris”. Suaranya agak aneh, tapi kayanya kenal deh sama nih orang. Pas aku lihat wajahnyaaaa….. dia Abah! Teman SMA ku dulu. Kok ada dia segala sih. Haduuhhhh. Ya sudahlah, kami berdua masuk ke kelas dan langsung menempati kursi yang kosong.

Di dalam kelas itu ada beberapa orang yang kukenal, Eni (teman sekelasku di kampus saat ini, ada juga beberapa teman SMA-ku, teman SMPku, bahkan sampai teman SD-ku pun ada! Ngga terlalu jelas juga sih wajah-wajahnya, tapi aku yakin mereka memang teman-temanku. Terlihat juga seorang polisi tengah berdiri di depan kelas dekat papan tulis. Entahlah ia sedang berbicara apa.

Aku bertanya pada Eni yang duduk di depanku, ada apaan sih ini, En? Ia menjawab, “Nyari teroris, Nov”. “HAH! TERORIS???! MAKSUD LOOOO ENNN???!" Tanyaku histeris. Ia tidak menjawab pertanyaanku. Wajah orang-orang di kelas ini pada aneh deh, horror! Kaya tanpa ekspresi gitu. Terus si polisi nanya, “Jadi yang tidak hadir hari ini adalah Marco, Caesar, dan Ai?” tampangnya serem abis. Dan entah kenapa, Eni yang menjawab pertanyaan itu. “Iya, Pak. Mereka yang tidak masuk. Sebenarnya mereka juga memang sudah lama tidak kuliah lagi. Menghilang begitu saja…”.

Aku makin bingung. “Marco? Caesar? Ai?” siapa pula itu. Tapi di mimpi itu aku tau banget bahwa yang di maksud Caesar dan Ai adalah bekas teman SD-ku dulu. Tapi kalau Marco? Baru denger. Ya ampuuun, kenapa dengan dua teman SD-ku itu? Apakah mereka terlibat jaringan terorisme? Aduh, suasana dan jalan cerita mimpiku makin ngga jelas. Lalu polisi itu berkata lagi “Ya, mereka teroris!”. Cerita di mimpi itu harus berakhir sampai situ, karena aku tiba-tiba terbangun. TAMAT.

***
Begitulah mimpiku, saudara-saudara! Agak aneh ya? Bagiku sih aneh banget. Karena dalam satu mimpi, aku dipertemukan dengan teman SD, SMP, SMA, Kampus, bahkan teman rumah. Entah apa makna dari mimpi ini. Yang jelas, aku juga ngerasa merinding dan agak takut saat bangun dari tidur. Aku juga ngerasa aneh, memikirkan kenapa di dalam mimpi itu aku menanggalkan kerudungku. Ya Allah na'uudzubillahmindzalik. Jangan sampai deh.

Tapiii…. Akhirnya aku sadar sesuatu. Sebenarnya, pukul setengah 5 tadi (pas banget subuh), jidahku -panggilanku kepada nenek- sudah membangunkanku agar aku segera solat subuh. Aku inget aku cuma menjawab “Iya”, tapi malah tidur lagi. Nah di tidur itulah mimpi itu terjadi. padahal jangka waktunya cuma ngga sampai satu jam loh, tapi kok mimpinya panjang banget ya. Bangun-bangun, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 6. Langsung aja buru-buru aku mengambil air wudhu dan solat.

Menurutku mimpi itu termasuk mimpi buruk, sangat-sangat buruk. Dimana aku menanggalkan kerudungku karena aku bilang imanku lagi turun dan juga karena di mimpi itu keluargaku sudah punya mobil!, dimana aku ke kampus ngga pakai kerudung (ngga kebayang!), dimana tiba-tiba aku dikejar polisi dan ditembakin pula! Ya ampuuunnn. Kayanya tuh mimpi datang dari syaitan deh (mengkambinghitamkan syaitan haha), tapi kayanya emang iya sih. Biasanya langsung bangun, ini malah tidur lagi, bukannya solat subuh! Huh. Alhasil solat subuh setengah 6. Bener-bener lalai! Ampuni aku Ya Allah.

Tapi yang masih tak kumengerti adalah mengapa teman-temanku dari berbagai masa pada muncul di dalam mimpiku itu. Sekali lagi, entahlah apa maksudnya, Wallahualam. Yang jelas aku berdoa semoga mereka semua baik-baik saja dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan aku sekaligus mengingatkan diri sendiri juga para pembaca tulisanku ini (itu juga kalau ada yang baca, ahaha), bagi kalian yang berkerudung, jaga kerudung kalian sampai nafas terakhir kalian ya, jangan sampai dilepas. Bagi kalian yang belum berkerudung, ayo secepatnya menyusul, hehe. Juga jangan sampai kita melalaikan solat, kalau dibangunin solat subuh, langsung bangun! jangan tidur lagi. Teruuusss, jaga kesehatan dan makan tepat waktu (apa hubungannya ya? ahhaha). Yang penting semoga kita sehat selalu dan tetap istiqomah, Amin..

Sekian ceritaku kali ini, just for share ajaaa kok heheheh ^^

~Andini Nova