Jumat, 24 Juli 2015

PINDAHAN KE WEBSITE BARU

Halo teman-teman para pembaca atau pengunjung blog, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kunjungan, apresiasi, dan dukungannya selama ini untuk sudi mampir ke blog ini, membaca tulisan-tulisan saya, dan juga meninggalkan jejak komentar. I really appreciate that! Sudah lima tahun sejak saya pertama kali membuat blog di blogspot ini, suka duka telah dilewati dari mulai rajin banget nulis sampai dalam satu bulan bisa puluhan tulisan, sampai saat malas melanda dan alhasil tulisan bisa dihitung dengan jari. Hehehe. Dari mulai seneng ada yang mampir dan tulis komentar dan bilang mereka suka tulisan saya, atau tulisan saya bermanfaat karena memberi informasi, sampai kesal karena ada yang copy-paste tulisan di blog ini tanpa mencatumkan sumber dan ngaku-ngaku dia yang nulis. Woooah! Anyway, banyak cerita dan kenangan yang udah saya lewati selama ngeblog di blogspot ini. Alhamdulillah yaaaaaaa.

Setelah hampir vakum ngeblog disini sejak Februari 2015, dikarenakan saya memiliki projek untuk membuat website pribadi baru yang lebih teratur, teroganisir, dan cantik dipandang mata, uhuuuyy. Maka dengan ini saya umumkan bahwa blog rumahujan dengan alamat www.novayuandini-gemilang.blogspot.com tidak akan update lagi mulai hari ini 24 Juli 2015. Tapi jangan sedih, (pede banget, kaya ada yang baca aja, hihi), Alhamdulillah setelah kepindahan saya dari Jakarta ke Paris, Perancis, saya sudah bisa fokus untuk kembali menulis. Maka sejak Mei 2015 saya telah merilis website pribadi saya yang baru di alamat www.rumahujan.com Silahkan mampir kalau berkenan :)

Di website yang baru, saya menulis tentang cerita kehidupan baru saya di Paris, dari mulai jalan-jalan, puisi, cerpen, marriage life, makanan dan masak-memasak (karena sejak menikah jadi suka ngacak-ngacak dapur, hehe), tentang islam, dan berbagai informasi seperti membuat visa ke eropa, bagaimana prosedur menikah dengan orang asing, dan lain-lain.

So, here we are!

Saying good bye is not always a bad thing. It could be a fresh start for something better.

See you at rumahujan!





From Paris with love,
ANDINI NOVA

Senin, 09 Februari 2015

Pulanglah Hujanku

Hujan, sebanyak itukah rindumu padaku hingga kau tak berhenti jatuh?
Pulanglah...
Rasa itu sudah tersampaikan dengan kaki-kaki yang basah,
Jalanan yang digenangi,
Dan pepohonan yang menyerah tumbang.


Senin, 05 Januari 2015

Kita Dulu

Lalu kapan kita akan berlarian riang di bawah hujan seperti yang biasa kita lakukan? Cinta, adakah rasa menggebu itu telah terkikis satu-satu menjadi abu?

Kamis, 18 Desember 2014

Go Back

Is there any way to go back to the time where we want each other?

Rabu, 05 November 2014

Hujan yang Sama


Hujan yang kulihat saat ini, samakah dengan yang jatuh di di atap rumahmu? 
Wangi tanah yang ditimpa air, dapatkah kau menciumnya juga?
Tubuh yang perlahan diselimuti dingin, apa kau merasakan hal yang sama?
Bukalah jendela kamarmu dengan lebar,
agar rindu ini tersampaikan lewat hujan yang menari-nari di luar...

Senin, 03 November 2014

May Be

When you speak, nothing is right
When you silent, that is not right

Everything you talk about deserves for a complain
Everyone will deny it, because you know nothing except being selfish

If something makes you cry at midnight more often than put smile on your face, maybe you should let it go

Wake up,
maybe it is not love that is growing up...

Senin, 11 Agustus 2014

Aku Suka

Aku suka bagaimana kamu menempatkan keislaman seseorang sebagai pertimbangan utama untuk mempertahankannya atau melepaskannya.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Tanda Tanya


Apakah kamu tahu?
Keinginan bertemu denganmu selalu saja menyesakkan dada.

Kapan kita akan bertemu? Dimana kita akan dipertemukan?

Semua terkaan yang kadang berhasil membuatku linglung.
Hingga di mataku, semua orang terlihat menyerupaimu.

Seperti inikah kamu? Apakah sosok tadi adalah kamu?

Luar biasa.

Tidak lelahkah kamu berlarian di pikiranku?
Disini aku sibuk mengatur hati agar sejalan dengan akal,
Sedangkan jauh di ujung gang sana, kamu justru telah memilih untuk lupa.

Ah, sepertinya musim memang senang bergurau denganku.
Begitu juga jalannya waktu yang terasa mengacaukan jiwa.

Tahukah betapa semua itu membahagiakan sekaligus menyiksaku?

"Aku tidak bermaksud membuatmu cemas. Aku hanya-"

"Aku tahu."

"Aku belum selesai bicara."

"Aku tahu."

"Ya, kamu tahu."
Nyatanya, apapun yang kamu bicarakan, seluruhnya terdengar ambigu.

"Aku belum bisa datang ke tempatmu. Tapi aku mau kamu men-"

"Aku tahu."

"Aku belum selesai bicara."

"Aku tahu."

"Aku mencintaimu."

"Aku ta-. Apaaa?"

"Aku mencintaimu."

"..."
Langit seperti menertawakanku −orang bodoh yang percaya pada guyonan dini hari.
Seandainya waktu bisa digulirkan mundur, aku akan memilih untuk tidak tahu.
Dan membiarkan misteri tentangmu tetap menjadi tanda tanya.
Karena mengetahui seseorang mencintaimu tanpa mendapat kepastian sama sakitnya seperti ditinggalkan tanpa pernah diijinkan untuk memiliki.
Tapi itu mustahil, kan?
Kemarin adalah masa lalu.
Dan akan tetap sama seperti bagaimana terjadinya dulu.

Maka hari ini, esok, maupun lusa, melaju saja sesuai rutenya,
Tentu dengan kenyataan bahwa,

"Aku tahu."

~Andini Nova